Penyebab Kulit Bayi Sensitif

Hal pertama yang harus Moms tahu adalah penyebab kulit bayi sensitif. Ini disebabka faktor lingkungan seperti perubahan musiman, pemanasan global, pengkondisian udara, produk mandi dan pakaian bayi yang tidak ramah terhadap bayi sehingga membuatnya rentan iritasi dan mudah gatal. Selain itu, penggunaan sabun cuci, pelembut dan pewangi pakaian dan tisu berbasis alkohol juga menjadi pencetus kulit sensitif.
 

source: https://kesehatannatural.wordpress.com



 

baca juga

Mandi yang Benar

Pertama yang perlu kamu ingat adalah air mandi bayi harus antara 36 derajat celcius sampai 37 derajat celcius dan tidak terlalu lama serta menyenangkan. Memandikan bayi terlalu lama bisa mengurangi minyak alami kulitnya, sehingga meningkatkan risiko iritasi. Setelah mandi tepuk kulit bayi dengan handuk kering  bukan digosok, karena menggosok bisa memperparah kulit sensitif.
 

source: https://www.sott.net



 

Pakaian Berbahan Ringan

Pakaian yang dikenakan bayi juga menentukan kesehatan kulitnya. Gaunkan pakaian bayi berbahan serat alam seperti kapas dan linen, yang memungkinkan kulit bernafas lebih mudah. Kemudian, pilihlah bedclothes yang terbuat dari kain alami, karena bayi kamu akan kontak dengan kain dalam waktu lama di malam hari.
 

source: http://www.lazada.co.id



 

baca juga

Cuci Selimut dan Sarung Bantal

Selimut adalah media paling baik untuk berkembangnya kuman dan tungau. Nah, agar bayi kamu tetap nyaman, cuci selimut dan sarung bantal secara teratur untuk menjaga tungau dan debu tidak berkembang.

Gunakan produk bayi yang memiliki jaminan kemanan atau Standar Naional Indonesia (SNI). Carilah produk laundry yang telah dirancang khusus untuk digunakan pada pakaian bayi.
 

source: https://id.aliexpress.com



 

Eksim

Eksim adalah kondisi kulit yang mempengaruhi 10 persen bayi. Tingkat keparahan eksim dapat bervariasi. Dalam bentuk ringan kulit kering, panas dan gatal; Dengan eksim yang lebih parah, kulit bisa menjadi rusak dan terinfeksi. Ada banyak penyebab eksim.

Beberapa anak mewarisi kecenderungan untuk mengembangkan eksim (eksema atopik, yang sering dikaitkan dengan demam dan asma), sementara beberapa anak mengembangkannya sebagai reaksi atau kepekaan terhadap zat tertentu.

Eksim bisa terlihat tidak enak tapi tidak menular. Jika dalam keluarga kamu ada yang memiliki eksim sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk perawatannya.
 

source: http://www.skepticnorth.com