Mengenal Ragam dan Cara Budidaya Bawang Merah di Rumah, Sulit Nggak Ya?

Nama latin bawang merah adalah Allium cepa var. aggregatum. Sebagai bumbu utama pemegang kunci kelezatan masakan, penggunaan bawang merah tentu merupakan hal penting dalam tiap kegiatan memasak Moms. Lalu bagaimana ya, jika ternyata ada cara agar Moms tak perlu lagi berbelanja bawang merah untuk memenuhi kebutuhan dapur?

Wah, tentu menarik dan akan sangat menghemat! Untuk itu, yuk, ikuti ulasan tentang ragam budidaya bawang merah di rumah yang pasti akan sangat menyenangkan dan menguntungkan buat Moms ini!

Budidaya Bawang Merah dalam Polybag

Budidaya bawang merah dalam polybag menjadi salah satu ragam budidaya bawang merah yang mudah dan menguntungkan untuk Moms lakukan. Berbekal bibit bawang merah, pupuk, polybag dan nutrisi tanaman serta perawatan yang tepat, Moms bisa menikmati hasil panen yang tentu akan bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari.

Cara budidaya bawang merah dalam polybag yang harus Moms ketahui pada dasarnya terbagi menjadi 4 tahapan, yaitu; penyiapan alat dan bahan, penanaman, perawatan dan masa panen.

Penyiapan Alat dan Bahan
Dalam masa penyiapan alat dan bahan, Moms membutuhkan kantong-kantong polybag, pot, sekop, tanah yang subur, bibit bawang merah dan pupuk kandang.

Penanaman
Memasuki tahap penanaman, Moms bisa memindahkan tanah yang subur ke dalam polybag. Salah satu ciri tanah yang subur adalah tanah yang mengandung cacing di dalamnya. Setelah memindahkan tanah, tanam bibit bawang merah ke dalam tanah. Tidak sulit kok Moms, mendapatkan bibit bawang merah. Moms bisa membelinya di toko alat pertanian atau menggunakan bawang merah sisa memasak. Syarat bawang merah yang bisa ditanam adalah berbiji tunggal, tidak busuk dan sudah bertunas. Setelah bibit bawang merah tertanam, Moms bisa tambahkan pupuk kandang pada polybag.

Perawatan
Setelah tahap penanaman, saatnya Moms memasuki fase penting yang menentukan keberhasilan budidaya bawang merah dalam polybag, yakni fase perawatan. Fase perawatan bawang merah dalam polybag memiliki kunci keberhasilan pada beberapa poin. Poin yang wajib Moms perhatikan adalah penyiraman berkala selama 10 hari awal penanaman. Dalam 10 hari awal, Moms wajib menyiram 2 kali sehari, pagi dan sore. Setelah lewat 10 hari, Moms bisa menguranginya menjadi 1 kali dalam sehari.

Selain penyiraman, hal lain yang wajib Moms perhatikan dalam fase perawatan adalah penyiangan gulma dan pemupukan lanjutan. Penyiangan gulma wajib dilakukan untuk menjauhkan tanaman bawang merah dari parasit. Sementara, pemupukan lanjutan dilakukan untuk menutrisi tanaman bawang merah agar tumbuh subur. Pupuk lanjutan yang disarankan pada budidaya bawang merah dalam polybag adalah pupuk daun dan pupuk buah.

Masa Panen
Masa panen bawang merah umumnya dilakukan dalam masa 55-70 hari sejak masa tanam. Masa panen ini bisa keluar dari estimasi apabila ada faktor-faktor yang mengganggu budidaya bawang merah dalam polybag, misalnya cuaca. Satu hal yang wajib Moms ketahui, bawang merah adalah tanaman yang tidak terlalu bersahabat dengan air. Kebutuhan air bawang merah sangat kecil sehingga musim hujan adalah masa yang harus Moms waspadai agar masa panen dalam budidaya bawang merah sesuai harapan Moms.

Nah, setelah mengetahui cara budidaya bawang merah dalam polybag, kini saatnya Moms belajar cara budidaya bawang merah hidroponik.

Budidaya bawang merah hidroponik sangat mudah dan sederhana. Moms bisa menggunakan teknik budidaya bawang merah hidroponik dalam kaleng bekas untuk dilakukan di rumah. Seperti apa caranya? Simak yuk!

Penyiapan Alat dan Bahan
Dalam budidaya bawang merah hidroponik, bahan dan alat yang harus Moms siapkan adalah kaleng bekas, gelas plastik, pot kecil, media tanam arang sekam, kain flanel, gunting dan cutter, pupuk AB Mix serta tentu saja bibit bawang merah. 

Penyiapan Pot dan Tandon Nutrisi
Dalam penyiapan pot dan tandon nutrisi, hal yang harus Moms lakukan pertama kali adalah melubangi tutup kaleng atau toples sebagai tempat tertancapnya gelas plastik. Setelah itu, Moms harus memotong kain flanel yang berfungsi sebagai filter seukuran gelas plastik yang hendak dijadikan pot. Setelah semua siap, pasang media tanam arang sekam di dalam gelas plastik.

Penanaman
Setelah tandon nutrisi dan gelas plastik berisi filter dan media tanam siap, proses penanaman dalam budidaya bawang merah hidroponik siap dimulai. Moms bisa menggunakan bibit bawang merah dari sisa bawang merah yang ada di dapur. Bawang merah yang bisa digunakan adalah yang berbiji tunggal dan masih segar. Tancapkan bawang merah ke dalam media tanam sedalam separuh dari bawang merah. Setelah itu, basahi dengan air dan diamkan selama 3-4 hari hingga tunas muncul. Selama proses ini, letakkan pot di tempat yang mendapatkan sinar matahari cukup namun tidak terlalu panas.

Pemupukan
Setelah tunas tumbuh, proses pemupukan pertama dalam budidaya bawang merah hidroponik sudah bisa dimulai. Moms bisa menuangkan larutan pupuk AB mix ke dalam tandon nutrisi. Pastikan kedalamannya dapat sampai ke bagian dasar pot plastik yang telah dilubangi agar nutrisi bisa sampai ke tanaman bawang merah. Dalam proses ini, berikan sinar matahari yang cukup untuk tanaman bawang merah hidroponik.

Pemeliharaan
Dalam proses pemeliharaan budidaya bawang merah hidroponik, hal yang harus jadi perhatian Moms adalah keterpenuhan nutrisi untuk tanaman bawang merah. Secara berkala Moms harus memeriksa apakah larutan nutrisi masih ada atau sudah habis terserap. Jika terlihat mulai mengering, pastikan untuk segera mengisi ulang. Selain itu, Moms harus rajin mengecek apakah ada gulma atau parasit yang menghinggapi tanaman bawang merah hidroponik.

Masa Panen
Masa panen budidaya bawang merah hidroponik berlangsung dalam kurun waktu 60-65 hari sejak penanaman dalam asumsi cuaca cerah stabil dan tidak lembap. Dalam masa ini, Moms sudah bisa menikmati hasil budidaya bawang merah hidroponik untuk kebutuhan keluarga dan melakukan penanaman ulang.

baca juga