Apakah Foremilk dan Hindmilk Itu?

Saat Moms menyusui, pernahkah memperhatikan ada perbedaan tipe ASI pada anak? Air susu ibu keluar dalam 3 tahap yaitu colostrum, ASI transisi (transitional milk) dan ASI matang (mature milk). Colostrum berwarna putih kekuningan dan bisa ditemukan sepanjang kehamilan hingga dua atau tiga hari setelah kelahiran. Berikutnya, colostrum digantikan dengan transitional milk. Transitional milk yang  mengandung lemak dan laktosa akan keluar hingga dua minggu kelahiran bayi. 

Tahap terakhir adalah mature milk yang muncul kira-kira di akhir minggu ke dua usia bayi. Mature milk terdiri dari 90 persen air. Sedangkan 10 persen sisanya adalah karbohidrat,protein, dan lemak yang dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh sekaligus sebagai pasokan energi bayi.
 

source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ7Wh2An0664UY1jjMLCfEW7Zt7DeA4qOI0zi_OiyVVZ-Z0vWIR

Berdasarkan American Pregnancy Association, ada dua tipe mature milk yaitu foremilk dan hindmilk. 

Foremilk
Selama awal menyusui, ASI tampak tidak berwarna bahkan sedikit kebiruan. Air susu seperti inilah yang disebut foremilk. Foremilk tampak jernih karena mengandung banyak air dan sedikit lemak. Dalam foremilk, terdapat laktosa yang penting bagi pembentukan otak bayi. Selain itu, foremilk kaya akan protein dan vitamin yang berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh, membentuk syaraf dan jaringan tubuh serta membantu pembentukan tulang dan kulit. 

Hindmilk
Setelah beberapa saat Moms menyusui, maka air susu yang bening tersebut akan berubah warna menjadi putih atau putih tulang. ASI inilah yang disebur hindmilk. Warna pada hindmilk menandakan bahwa hindmilk memiliki kandungan lemak yang tinggi. Lemak tersebut penting untuk kenaikan berat badan bayi sekalgus sebagai sumber energi.

Mana yang lebih penting, foremilk atau hindmilk?

Dari penjelasan di atas, foremilk dan hindmilk sama-sama memberikan manfaat untuk tumbuh kembang bayi. Keduanya mengandung nutrisi yang dibutuhkan bayi. Jadi anggapan bahwa hindmilk lebih penting dari pada foremilk mulai sekarang harus kita singkirkan Moms.

Saat bayi menyusu, tentu tidak hanya disebabkan hanya karena ia merasa lapar. Bayi mungkin kehausan dan membutuhkan air susu dengan kadar air yang tinggi, bukannya air susu yang "kental". Sehingga jangan heran, jika bayi yang kehausan ia hanya minum sebentar saja karena kebutuhanya hanya melepas dahaga.

source: http://www.latchpal.com/10-essential-breastfeeding-superfoods/

Jika bayi melanjutkan menyusu, maka kemungkinan bayi lapar sehingga ia membutuhkan lebih daripada itu. Sedotan yang efektif dari bayi akan memicu munculnya hindmilk lebih banyak sehingga bayi akan merasa kenyang. Lebih dari itu, bayi juga menyusu karena kebutuhan lain seperti rasa nyaman, kehangatan dan ingin bersama ibunya. 

Nah Moms, jadi bukan kita yang menentukan kapan bayi harus minum foremilk ataukah hindmilk. Bayi dapat menentukan sendiri kebutuhan apa yang ia ingin penuhi. Prinsip menyusui adalah sekehendak bayi. Mau kapan, berapa lama, dan berapa banyak bayi menyusu adalah sesuai kebutuhan bayi, bukan kita. Moms hanya perlu menjamin proses transfer ASI dari payudara pada bayi berjalan lancar dengan pelekatan yang baik.