1. Human Chorionic Gonadotropin (HCG)
Apakah nama hormon ini terdengar familiar, Moms? Ya, HCG merupakan hormon yang dideteksi saat Moms menggunakan test pack. Level HCG meningkat pesat 8 hari setelah terjadinya ovulasi. HCG yang bertugas memberi tahu Moms bahwa ada kehidupan yang dimulai di dalam rahim Moms ini juga yang nantinya akan mengembangkan diri menjadi plasenta. Sayangnya, menurut penelitian, semakin tinggi level HCG Moms, maka semakin kuat pula morning sickness yang dirasakan oleh Moms.
 

source: https://i1.wp.com/womensmentalhealth.org/wp-content/uploads/2016/09/Sad-Pregnant-Woman-1.jpg?fit=1688%2C1125&ssl=1

2. Progesteron
Hormon yang juga mulai bekerja di awal kehamilan pada wanita hamil yakni progesteron. Tugas utama progesteron yakni menjaga otot-otot uterus tetap rileks untuk mempersiapkan perkembangannya menuju kehamilan yang lebih besar. Selain itu progesteron juga memiliki peran besar dalam membuat tubuh wanita hamil untuk menoleransi keberadaan DNA asing yang merupakan janin dalam tubuh Moms. Namun, progesteron juga bisa menimbulkan rasa pusing karena keberadaannya memperlambat aliran darah ke seluruh tubuh. Hormon progesteron yang meningkat juga bisa membuat pertumbuhan rambut Moms menjadi lebih cepat, termasuk rambut di area bawah perut.
 

source: https://ak5.picdn.net/shutterstock/videos/29028055/thumb/1.jpg?i10c=img.resize(height:160)
baca juga

3. Estrogen
Jika Moms merasa mual-mual, itu adalah efek dari hormon estrogen. Kalau Moms merasa nafsu makan menjadi meningkat tajam, itu juga karena estrogen. Begitu pula jika Moms merasa kulit Moms menjadi lebih gelap di beberapa area. Namun walau demikian, hormon estrogen memegang peranan penting dalam menjaga perkembangan janin Moms mulai dari akhir trimester pertama. Estrogen juga membuat uterus Moms siap untuk menerima hormon oksitosin yang berguna untuk kehamilan Moms.
 

source: http://netdoctor.cdnds.net/16/09/980x490/landscape-1456851962-woman-touches-her-face.jpg

4. Oksitosin
Anggapan yang selama ini beredar adalah bahwa hormon oksitosin membuat Moms merasakan sakit saat hendak melahirkan. Padahal, hormon oksitosin tidak melonjak levelnya saat di akhir kehamilan Moms. Tugas utama oksitosin sebenarnya adalah membuat serviks menjadi rileks dan menstimulasi puting payudara untuk memproduksi ASI.

source: https://d2v9y0dukr6mq2.cloudfront.net/video/thumbnail/qtqJwOB/videoblocks-dolly-shot-of-pregnant-woman-with-contractions-in-bed-trying-to-wake-up-sle_btmehal1z_thumbnail-full10.png
baca juga

5. Prolaktin
Hormon ini merupakan hormon yang memproduksi ASI. Prolaktin meningkat jumlahnya sebanyak 10-20 kali lipat selama Moms menjalani kehamilan. Selain memroduksi ASI prolaktin juga mempersiapkan lapisan tisu pada payudara untuk aktivitas menyusui.
 

https://lng2dthf2c-flywheel.netdna-ssl.com/wp-content/uploads/2016/05/Pregnant-breastfeed.jpg
source: https://lng2dthf2c-flywheel.netdna-ssl.com/wp-content/uploads/2016/05/Pregnant-breastfeed.jpg

6. Relaksin
Hormon relaksin memiliki tugas utama untuk membuat otot-otot di sekitar jalur lahir menjadi rileks. Gunanya tentu saja agar siap dilalui bayi yang akan Moms lahirkan. Namun efek tidak nyamannya adalah Moms mungkin akan merasakan lunglai di area tumit, lutut, pinggul, bahkan bahu. Tak jarang hormon relaksin juga membuat Moms merasa linglung dan mengalami pembengkakan di beberapa area tubuh.

source: https://momlovesbest.com/wp-content/uploads/2018/05/Swollen_Feet_and_Ankles_During_Pregnancy-1.jpg

Bagaimana Moms? Sekarang, kita jadi lebih mengerti apa yang terjadi pada tubuh wanita hamil, ya. Semoga informasi di atas bermanfaat dan semoga kehamilan Moms sehat selalu.