1. Semua Moms bisa Menggunakan Anestesi Epidural
Ini adalah mitos, Moms. Anestesi epidural memang umum sekali digunakan para Moms menjelang persalinan, namun tidak semua Moms yang akan melahirkan bisa menggunakannya. Moms akan diminta untuk berkonsultasi dulu dengan dokter yang menangani anestesi sebelum bisa memutuskan bisa menggunakan anestesi epidural atau tidak saat proses melahirkan.
 

source: http://cdn.skim.gs/images/v1/msi/ynncimdp8q9z8tiiiqdy/things-you-should-know-about-getting-your-first-epidural

2. Anestesi Epidural Memiliki Efek Samping
Nah, ini merupakan fakta. Anestesi epidural memang memiliki efek samping, namun tidak permanen. Efek yang dilaporkan cukup sering muncul yakni rasa sakit kepala setelah proses melahirkan selesai. Sakit kepala ini akan berangsur hilang dengan sendirinya.
 

source: https://lifesite-cache.s3.amazonaws.com/images/made/images/remote/https_s3.amazonaws.com/lifesite/Shutterstock/woman_headache_810_500_75_s_c1.jpg
baca juga

3. Anestesi Epidural Berisiko Kelumpuhan
Ini fakta lho, Moms. Namun Moms tak perlu khawatir karena kasus anestesi epidural saat melahirkan yang berujung kelumpuhan amat jarang terjadi. Kemungkinan terjadinya hanya ada di angka 1 dari 240.000 penggunaan anestesi. Jadi, tak perlu risau ya, Moms.
 

source: https://www.parashospitals.com/parasbliss/wp-content/uploads/2017/12/epidural2.jpg

4. Menggunakan Anestesi Epidural Artinya Melahirkan dengan Caesar
Nah, ini mitos belaka, Moms. Anestesi epidural tidak selalu digunakan para Moms yang melahirkan dengan operasi caesar. Moms yang melahirkan normal pun juga dapat menggunakan anestesi epidural jika diperlukan.
 

source: https://www.todaysparent.com/wp-content/uploads/2017/09/the-hole-truth-1024x576-1504887951.jpg
baca juga

5. Anestesi Epidural akan Menyulitkan Mengejan saat Melahirkan Normal
Moms tak perlu khawatir karena ini hanyalah mitos. Memang benar bahwa anestesi epidural membuat Moms mati rasa tubuh bagian separuh ke bawahnya. Namun, bukan berarti Moms jadi tidak mampu untuk mengejan. Bahkan beberapa rumah sakit juga menawarkan "walking epidural", yang membuat Moms tetap bisa berjalan walaupun masih dalam pengaruh anestesi.
 

source: https://d2v9y0dukr6mq2.cloudfront.net/video/thumbnail/kXqgtJ5/young-woman-pushing-and-sweating-giving-birth-in-hospital_b1uhyrsqg_thumbnail-full04.png

6. Anestesi Epidural Memengaruhi Bayi
Jangan percaya karena ini hanyalah mitos. Moms yang menggunakan anestesi epidural saat melahirkan tak perlu khawatir karena tidak akan memengaruhi bayi. Namun jika Moms menggunakan pain killer sebagai pengganti anestesi epidural, hal tersebut dapat membuat bayi menjadi mengantuk.
 

source: https://www.tommys.org/sites/default/files/Adjusting%20to%20your%20new%20reality%20after%20premature%20birth.png

Bagaimana Moms? Itulah fakta dan mitos seputar penggunaan epidural saat proses melahirkan. Semoga informasi tadi bermanfaat, ya.