Perlu diketahui, sebuah penelitian yang dilakukan pada 2002 yang dilakukan oleh seorang ahli bernama Sharma dan Jacob menemukan bahwa, ekstrak daun mint yang diberikan kepada tikus selama 60 hari dapat menurunkan jumlah dan pergerakan sperma. Namun hasil penelitian juga menyebutkan bahwa efek tersebut menghilang 30 hari setelah perlakuan dihentikan atau ketika tikus tak lagi diberikan ekstrak mint.

source: https://freepik.com

Namun beberapa penelitian lain menyebutkan bahwa jumlah ekstrak mint yang diberikan kepada tikus tersebut sama dengan  20-30 cangkir ekstrak mint per hari, dimana ini tidak sebanding dengan konsumsi mint pada manusia. Misalnya, mint yang digunakan untuk permen atau minuman. Kendati demikian hingga kini juga belum ditemukan penelitian serupa yang dilakukan pada manusia. Adapun beberapa kebiasaan di bawah ini yang sudah dipastikan bisa menurunkan kesuburan pada pria. Apa saja? 

1. Merokok
Hampir sama dengan pengaruh dari alkohol, zat-zat beracun dari rokok dapat menyebabkan berbagai masalah pada kualitas sperma suami dan mengganggu keseimbangan hormon.  Namun, berbeda dari alkohol yang hanya memengaruhi orang yang meminumnya dan perlu diperhatikan dari merokok adalah asap rokok yang menyebar dan akan memengaruhi orang-orang di sekitar yang tidak sengaja menghirup asap rokok. 

source: https://freepik.com
baca juga

2. Junk Food
Ternyata terlalu banyak makan junk food (misalnya gorengan dan makanan cepat saji) bisa menyebabkan penurunan kesuburan hingga kemandulan. Mengapa begitu? Konsumsi kalori yang berlebihan dari junk food dapat meningkatkan berat badan. Orang-orang dengan obesitas dan berat badan berlebih memiliki risiko lebih tinggi terhadap ketidaksuburan. 

source: https://freepik.com

3. Begadang
Tidak sedikit pria yang tidur larut malam karena berbagai alasan, baik karena tuntutan pekerjaan, karena nongkrong dengan teman-teman, atau karena bersantai menonton televisi di rumah. Ternyata ini dapat mengurangi kesuburan pria karena mengurangi jumlah dari sperma yang dihasilkan. Riset yang dilansir dari Live Science menemukan bahwa orang dengan durasi tidur yang paling sedikit mengalami penurunan jumlah sperma sampai 25 persen. Semakin sedikit jumlah sel sperma yang dikeluarkan, semakin sedikit pula yang berhasil bertahan hingga mencapai sel telur dalam organ reproduksi wanita.

source: https://freepik.com
baca juga

4. Alkohol
Alkohol berdampak langsung pada sel yang memproduksi hormon testosteron. Ini menyebabkan kadar hormon testosteron berkurang dalam darah. Padahal hormon testosteron berperan penting dalam reproduksi. Misalnya untuk mencapai ereksi penis dan meningkatkan gairah seksual. Alkohol juga memengaruhi fungsi dari sel dalam testis yang berperan dalam pematangan sperma.Selain pada testis, alkohol juga mengurangi kinerja dari kelenjar pituitari pada otak pria. 

source: https://freepik.com