Pengertian Sindrom Tourette

Sindrom Tourette adalah gangguan atau penyakit yang membuat anak melakukan gerakan ataupun suara secara berulang, tanpa sengaja atau tanpa terkontrol. Biasanya hal ini terjadi pada anak berusia 2 sampai 15 tahun. Perilaku berulang tersebut dikenal dengan sebutan tics. Contohnya antara lain berulang kali mengedipkan mata, mengangkat bahu atau mengeluarkan suara yang tidak biasa atau cegukan, bahkan berkata-kata kasar. Sindrom ini biasanya lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki daripada perempuan. 
 

source: http://www.momjunction.com

 

Gejala

Anak  dengan sindrom Tourette memiliki tics motor (gerakan) dan tics vokal. Tics motor adalah gerakan otot yang tidak bisa dikontrol, contohnya mata berkedip, kepala bergetar, lengat tersentak dan mengangkat bahu. Sementara tics vokal adalah suara yang dibuat oleh penderita sindrom Tourette, tanpa sengaja dan tidak bisa dikendalikan. Contoh tics vokal adalah mendengus, bersuara seperti membersihkan tenggorokan dan batuk-batuk.

Anak dengan sindrom Tourette terkadang memiliki kedua jenis tics yang terjadi sekaligus dan sepanjang hari. Tics terjadi lebih sedikit atau hilang sepenuhnya apabila anak sedang fokus melakukan sesuatu seperti bermain games di komputer, mewarnai dan sebagainya. Di lain sisi, tics memburuk ketika anak mengalami stres ataupun terlalu bersemangat dan senang, seperti menantikan pesta ulang tahun, dibelikan mainan dan lainnya. 

Nah, yang wajib Moms waspadai adalah seringkali anak dengan sindrom Tourette mungkin memiliki kondisi lain, seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), gangguan obsesif-kompulsif (OCD), atau kesulitan belajar.
 
source: https://www.youtube.com/

 
baca juga

Penyebab dan Cara Mengatasi

Belum diketahui penyebab pasti sindrom ini, namun beberapa penelitian mengemukakan jika diakibatkan adanya gangguan komunikasi pada saraf otak. Sindrom Tourette menurun secara genetik. Apabila ada anggota keluarga yang mengalaminya, maka keturunannya dipastikan berisiko terkena. 

Lantas bagaimana mengatasi penyakit atau sindrom ini? 
Tidak ada obat sindrom Tourette dan tidak memerlukan banyak perawatan. Seorang anak dengan sindrom Tourette mampu menghadapi tics dan masih bisa melakukan hal-hal normal, seperti pergi ke sekolah dan bermain dengan teman-temannya. Jika tics membuat sulit untuk melakukan hal-hal normal, dokter mungkin akan menyarankan pengobatan lain untuk meringankan gejala. 
Untuk membantu anak mengendalikan tics yang dialami, coba bawa ia bertemu terapis. Meski bukan masalah psikologis, namun terapis dapat mengajarkan keterampilan dan relaksasi untuk membantu mengontrol sindrom ini.
 
source: https://www.ucsf.edu/sites/default/files/styles/2014_inline_5-col/public/child_upset2.jpg?itok=QjOTs2d0

Nah, itu dia beberapa penjelasan penting mengenai sindrom Tourette, Moms. Semoga bermanfaat, ya!