Mengajarkan Anak Puasa

Kamu pasti sudah tahu bahwa mengajarkan anak untuk berpuasa harus dimulai sejak dini. Dengan begitu, ia akan bisa belajar dan beradaptasi untuk menahan haus dan lapar sambil mengenal esensi dari puasa itu sendiri. Saat mendidik anak untuk berpuasa, kamu tidak hanya memintanya untuk dapat menahan haus dan lapar, tetapi juga mendekatkan diri pada Tuhan dan berperilaku baik dengan tidak marah, tidak berbohong, dan tidak menangis. Semuanya memang harus diajarkan dengan perlahan tanpa paksaan.
 

source: https://www.thoughtco.com/


 


Menjanjikan Hadiah untuk Anak Puasa

Kerap kali para orang tua menjanjikan anak hadiah jika berhasil menahan haus dan lapar dari subuh hingga magrib. Cara ini memang terlihat ampuh membuat anak rela menahan haus dan lapar. Padahal, ada banyak risiko yang bisa kamu dapatkan jika membiarkan iming-iming hadiah menjadi senjatamu.
 

source: http://islam-risalyat.ru/


 

baca juga


Risiko Menjanjikan Hadiah Pada Anak 

Nah, berikut ini adalah beberapa risiko yang harus kamu pertimbangkan saat ingin menjanjikan hadiah untuk pencapaian yang dilakukan oleh si kecil:

  1. Tujuan anak adalah hadiah dan reward. Percaya atau tidak, mengarahkan prinsip dasar sangat penting untuk dilakukan dalam pembelajaran awal. Jika si kecil masih belum memahami esensi puasa, jangan buat ia menyalahartikan puasa untuk sebuah hadiah.
  2. Anak bisa saja berbohong. Ketika kamu menjanjikan anak sebuah hadiah, dia akan melakukan apapun untuk bisa mendapatkannya. Tidak jarang kamu mendengar cerita anak diam-diam makan dan minum saat orang tua tidak melihat. Padahal salah satu esensi dari puasa adalah kejujuran.
  3. Anak akan tumbuh menjadi orang yang hanya menahan haus dan lapar saat puasa. Mungkin kamu sering melihat orang dewasa yang berpuasa, tetapi tidak bisa menahan emosinya. Hal ini tidak terjadi begitu saja, melainkan akibat pola pendidikan awal yang memang sudah tidak benar. Sejak kecil ia hanya menjalankan puasa untuk menahan haus dan lapar, bukan emosi dan ego.
source: http://egyptianstreets.com/


 


Cara untuk Mendidik Anak Puasa

Untuk itu, kamu dapat mencoba beberapa langkah untuk bisa memperkenalkan anak tentang ibadah puasa dengan cara mendidik, tidak sekedar mengajarkan. Dengan cara ini, diharapkan anak dapat lebih bisa menangkap esensi dari puasa tanpa harus teralihkan dengan hadiah:

  1. Buat suasana Ramadan lebih menyenangkan untuk meningkatkan semangat dan motivasi anak.
  2. Perkenalkan ibadah-ibadah di bulan Ramadan, puasa dan tarawih, termasuk juga keutamaan bersantap sahur dan buka puasa. Tekankan esensinya untuk terus bersabar dan berkata jujur.
  3. Ajak semua anggota keluarga untuk meningkatkan ibadah bersama, serta saling mengingatkan jika marah atau emosi.
  4. Jangan paksakan anak. Mintalah anak untuk berkata jujur jika memang sudah tidak bisa menahan lapar dan haus. Namun, tetaplah beri motivasi dengan memberi contoh bahwa semua orang juga merasa lapar dan haus.
source: https://www.npr.org/


Itulah beberapa hal yang dapat kamu pertimbangkan jika ingin menjanjikan hadiah pada anak yang akan berpuasa. Akan tetapi, jika kamu ingin memberikan reward di akhir, tidak menjadi masalah. Selama hadiah tersebut bukanlah janji yang nantinya menjadi tujuan si kecil dalam berpuasa. Malah itu akan menambah kedekatan dan rasa kasih sayang antara kamu dan si kecil. Selamat mencoba Moms!