1. Pendarahan

Ibu yang mengalami hamil anggur atau mola hidatidosa akan mengalami pendarahan. Pendarahan biasanya terjadi antara bulan pertama hingga bulan ke tujuh dengan rata-rata usia 12 sampai dengan 14 minggu. Pendarahan yang terjadinya sifatnya intermiten, sedikit-sedikit atau banyak, sehingga menyebabkan pasien mengalami anemia dari ringan hingga berat dan dapat berujung pada syok hingga kematian. Pendarahan juga kadang disertai keluarnya gelembung-gelembung seperti buah anggur. Oleh karena itu, saat terjadi pendarahan seperti ini segera ke dokter ya, Moms!

source: https://www.todaysparent.com

 

2. Mual dan Muntah

Salah satu gejala kehamilan yang paling umum adalah ibu mengalami morning sickness atau mual, muntah serta pusing-pusing. Ternyata pada kehamilan anggur, gejala ini pun terjadi. Bedanya, mual, muntah dan pusing-pusing yang terjadi lebih hebat atau tak tertahankan dari kehamilan biasa. 
 
source: http://www.handeebks.com

 
baca juga

3. Rahim Lebih Besar dari Kehamilan Biasa

Coba mengecek kondisi rahim apakah membesar sesuai dengan usia kehamilan. Apabila ternyata lebih besar, misalnya kehamilan usia 1 bulan tampak seperti 3 bulan, maka Moms perlu waspada dengan hamil anggur. Pada kehamilan anggur rahim atau uterus cenderung tidak sesuai atau lebih besar dari kehamilan biasa. 
 
source: https://www.lifehack.org

 

4. Pucat Kekuningan

Nah, gejala hamil anggur yang cukup kasat mata adalah wajah dan badan terlihat pucat kekuning-kuningan atau disebut mola face. 

5. Tidak Ada Gerakan Janin dan Detak Jantung
Ketika hamil 4 bulan atau 17-20 minggu akan mulai terasa gerakan janin di dalam rahim. Sementara detak jantung bayi biasanya dapat dideteksi saat kehamilan memasuki usia 10 minggu. Nah, jika tidak merasakan gerakan ataupun denyut jantung bayi, maka cobalah mengeceknya ke dokter. Pada kehamilan anggur gerakan dan detak jantung janin tidak ada karena memang tak ada janin hidup yang dikandung. 
 
source: https://www.practicalparenting.com.au

 
baca juga

6. Anemia

Ibu yang mengalami kehamilan anggur akan mengalami pendarahan yang keluar dari vagina. Pendarahan yang terjadi tidak teratur, kadang sedikit kadang banyak. Akibat dari pendarahan ibu adalah ibu berisiko mengalami anemia atau kurang darah, yang salah satu gejalanya pucat, lemas, tidak bertenaga dan mudah pingsan. 

7. Tekanan Darah Meningkat
Hamil anggur juga berhubungan dengan tekanan darah yang semakin meningkat. Pada beberapa kasus, ibu yang hamil anggur mengalami preeklamsia, atau suatu kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan protein pada urine pada kehamilan di atas 20 minggu. 
 
source: https://kidspot.co.nz

Nah, itu dia beberapa ciri hamil anggur. Waspada yuk, Moms!