Apa Itu Paediatric Obstructive Sleep Apnoea?

Apakah Pediatric Obstructive Slee Apnoea itu? Seberapa berbahaya? Apa penyebab dan bagaimana mengetahui gejalanya? Simak yuk pemaparan berikut.

Sleep apnea terjadi ketika seseorang berhenti bernafas saat tidur. Biasanya disebabkan oleh sesuatu yang menghalangi, atau memblokir, saluran udara bagian atas. Ini dikenal sebagai obstructive sleep apnea (OSA). OSA paling sering ditemukan pada batita usia satu tahun ke atas hingga dewasa.

OSA adalah kondisi umum yang serius yang dapat membuat anak-anak kehilangan tidur yang sehat dan nyenyak. Jika tidak diobati, OSA dapat menyebabkan pembelajaran, perilaku, pertumbuhan, dan masalah jantung. Dalam kasus yang sangat jarang, itu bahkan dapat mengancam jiwa.

source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRjmVPWXqGBJNaPjacrdPh1xRRRjk9evH2EnD4yBXdPraVZUE54

Penyebab Paediatric Obstructive Sleep Apnoea pada Anak

Saat kita tidur, otot kita rileks. Ini termasuk otot-otot di belakang tenggorokan yang membantu menjaga jalan napas terbuka. Pada OSA, otot-otot ini dapat mengendurkan terlalu banyak dan meruntuhkan jalan napas, sehingga sulit untuk bernafas. Risiko anak terkena OSA akan semakin tinggi jika anak memiliki pembesaran amandel atau kelenjar gondok yang merupakan jaringan pembasmi kuman di belakang rongga hidung. Pembengkakan amandel dapat menghalangi jalan nafas selama tidur. Sehingga pembengkakan amandel menjadi penyebab paling umum terjadinya OSA pada anak utamanya anak usia pra sekolah. 

Faktor risiko untuk pengembangan OSA meliputi:

  • riwayat keluarga OSA
  • anak memiliki kelebihan berat badan
  • kondisi medis seperti sindrom Down atau cerebral palsy
  • cacat pada struktur mulut, rahang, atau tenggorokan yang dapat mempersempit jalan napas leher besar (17 inci atau lebih dalam lingkar untuk pria; 16 inci untuk wanita)
  • lidah yang besar, yang dapat jatuh kembali dan menghalangi jalan napas selama tidur

 

source: http://d1gtvyuysab6gw.cloudfront.net/media/caredash/health-wellness/healthcare/doctor-examining-young-girls-throat-md.jpg
baca juga

Gejala Paediatric Obstructive Sleep Apnoea

Saat napas berhenti, kadar oksigen di tubuh turun. Ini biasanya memicu otak untuk membangunkan kita sebentar sehingga saluran napas terbuka kembali. Sering kali, ini terjadi dengan cepat dan kita langsung kembali tidur tanpa mengetahui kita bangun. Untuk orang dengan sleep apnea, pola ini berulang dengan sendirinya sepanjang malam. Jadi orang yang memilikinya tidak mencapai tingkat tidur yang lebih dalam dan lebih tenang.

Tanda OSA pada anak-anak termasuk:

  • mendengkur, sering dikaitkan dengan jeda, mendengus, atau terengah-engah
  • nafas berat saat tidur
  • sangat gelisah tidur dan tidur dalam posisi yang tidak biasa
  • ngompol (terutama jika seorang anak sebelumnya tetap kering di malam hari)
  • kantuk di siang hari atau masalah perilaku

Karena OSA mempersulit untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak, anak-anak mungkin mengalami gejala berikut:

  • mengalami kesulitan bangun di pagi hari
  • lelah sepanjang hari
  • memiliki perhatian atau masalah perilaku lainnya. Akibatnya, sleep apnea dapat mengganggu kinerja sekolah. Guru dan orang lain mungkin berpikir seorang anak memiliki gangguan attention deficit hyperactivity (ADHD) atau masalah belajar.