1. Ucing Bendrong

Permainan ini dilakukan minimal oleh 3 orang, dimana 1 orang menjadi ucing atau kucing, dan 2 orang lainnya jadi orang yang bersembunyi. Permainan dimulai dengan hompimpah untuk menentukan siapa yang menjadi kucing. Lalu si kucing menumpuk 8-12 kepingan batu, batu bata, atau potongan genteng secara vertikal. Setelah selesai, pemain lainnya melempar tumpukan tersebut menggunakan batu hingga berantakan. Tugas kucing adalah untuk menyusun kembali tumpukan tersebut sementara pemain lainnya bersembunyi. Setelah tumpukan tersusun, kucing harus mencari pemain lainnya yang bersembunyi, sementara pemain yang bersembunyi bisa mengendap-endap untuk menimpuk tumpukan tersebut lagi. Jika tumpukan kembali berhasil dilempar hingga berantakan sementara kucing belum menemukan semua pemain yang bersembunyi, maka kucing dinyatakan kalah.
 

source: https://budayajawa.id/wp-content/uploads/2018/03/ucing-bendrong-1.jpg

2. Gatrik

Permainan tradisional ini termasuk dalam kategori permainan ketangkasan. Peralatan yang digunakan yakni 2 buah batu berukuran sedang, sebuah potongan kecil bambu, serta sebilah bambu sebagai tongkat pemukul. Secara bergantian, salah satu pemain berusaha memukul potongan kecil bambu yang diletakkan di antara 2 batu sekencang-kencangnya, dan pemainlainnya berusaha menangkap potongan kecil bambu tersebut dengan tangan kosong. Yang paling sering memukul potongan kecil bambu tanpa bisa ditangkap oleh pemain yang lain akan menjadi pemenangnya. 
 

source: https://3.bp.blogspot.com/-He1jQGedvSg/WZG9uWyQWqI/AAAAAAAAZFI/AShHWS_5XoIyKqAzzH31II7fyiPX3qu3wCLcBGAs/s1600/6241.jpg
baca juga

3. Hahayaman

Diperlukan 2 peran utama dalam permainan ini, yakni hayam (ayam) dan careuh (musang), sementara para pemain lainnya bergandengan tangan di atas kepala membentuk lingkaran. Musang harus mengejar ayam. Jika ayam masuk ke dalam lingkaran, maka seluruh pemain yang bergandengan tangan harus segera menurunkan tangannya ke bawah seperti kandang yang memiliki pagar agar musang tidak bisa memasukinya. Namun ayam tidak boleh terus-menerus berada di dalam kandang. Kandang sifatnya hanyalah tempat pengamanan sementara. Permainan berakhir jika musang berhasil menangkap ayam, atau musang menyerah karena tidak bisa menangkap ayam.
 

source: https://budayajawa.id/wp-content/uploads/2017/10/13712773_1763291837293572_2094244158_n-357x210.jpg

Nah, bagaimana, seru kan Moms? Yuk Moms coba ajak main si kecil bersama!