Ikan

Ikan merupakan sumber protein yang baik untuk ibu menyusui. Beberapa jenis ikan, seperti salmon dan tuna, juga merupakan sumber Omega-3. Tapi, sebaiknya hindari mengonsumsi ikan yang dikhawatirkan mengandung logam berat dan merkuri. Ikan macam ini biasanya berasal dari laut dalam. Ikan-ikan yang dikhawatirkan mengandung merkuri adalah jenis ikan seperti swordfish, makarel, atau tuna. Untuk pilihan ikan yang lebih rendah merkuri, kamu bisa coba ikan seperti salmon, nila, dan ikan trout. Ikan yang baik akan memberi manfaat bagi ibu menyusui dan bayi dengan ASI eksklusif.

source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ9KruvaxKpp4Hv6Dv2ArTOxby1AKqy5i2gv_l3EB9KOnQZ9xbO

Minuman Beralkohol

Alkolohol dalam jumlah berlebihan berdampak buruk pada kesehatan secara umum sehingga sangat tidak dianjurkan dikonsumsi. Terlebih bagi ibu menyusui. Konsumsi alkohol berpontensi menimbulkan gangguan pada organ pankreas, jantung, pembuluh darah, otak dan saraf. Bukan hanya membahayakan kondisi ibu menyusui tapi juga bagi tumbuh kembang bayi di masa menyusui. Belum lagi kemungkinan ketergantungan zat yang bisa ditimbulkan dari minuman ini. Selain itu, yang terpenting adalah, alkohol juga dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI. 

source: https://health.trythis.co/wp-content/uploads/sites/2/2017/08/Alcohol.jpg
baca juga

Kafein

Makanan atau minuman dengan kandungan kafein sebenarnya tidak secara langsung membahayakan ibu menyusui dan bayi usia menyusui. Asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang tepat. Apalagi, konsumsi kafein pada masa menyusui dapat memberi efek pada waktu serta kualitas tidur ibu dan juga bayi. Bukan tidak mungkin di usia bayi macam ini bayi menjadi gelisah dan rewel. Sumber makanan dan minuman yang mengandung kafein di antaranya adalah kopi, teh, cokelat, minuman bersoda dan minuman berenergi. Jika ingin mengnsumsi makanan atau minuman tersebut, ibu menyusui dianjurkan untuk mengonsumsinya dalam jumlah minimal.  Sebaiknya batasi konsumsi 1 sampai 2 gelas saja per hari. Atau, libur ngopi dulu ya moms!
 
source: https://i.pinimg.com/originals/e7/e3/d8/e7e3d89257ae73efb8781ecf60b94c7c.jpg

Peppermint, Peterseli dan Sage

Peppermint, peterseli dan sage adalah tanaman herbal yang kaya aroma dan rasa. Sebagai bumbu secukupnya, tanaman ini tentu tidak akan memberi efek tak wajar. Tetapi, terlalu banyak atau terlalu sering mengonsumsi jenis tanaman tersebut ternyata dapat mengurangi produksi ASI yang Moms hasilkan. Bahkan pada beberapa ibu yang masih menyusui, pasta gigi dan permen rasa peppermint bisa juga menimbulkan masalah pada ASI.   

source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQMOVpBhQJcQrfvQ-tgyNA3GMVSI3uuAA0_kwy8ZG4tpcqkcHYO
baca juga

Makanan Pedas dan Mengandung Gas

Sebagian besar bayi dapat mentoleransi makanan pedas. Tapi ada pula sekelompok bayi dalam masa menyusui yang bisa mengalami gangguan pencernaan saat si Ibu mengonsumsi makanan pedas. Jika tiba-tiba bayi Moms mengalami gangguan pencernaan, coba cek jenis makanan yang moms makan sebelumnya. Makanan pedas kah? Bila ya moms mengonsumsi makanan pedas, maka coba hentikan dulu kebiasaan makan pedas untuk beberapa waktu. Apabila diare bayi juga berangsur hilang setelah itu, maka mungkin memang benar adanya makanan pedas tersebut adalah pemicunya. Hal ini juga berlaku bagi makanan yang mengandung gas. Pencernaan bayi usia di bawah satu tahun masih perlu diperlakukan hati-hati. Sumber makanan pedas di anataranya cabai, paprika, dan merica, Sedangkan makanan yang menimbulkan gas biasanya adalah selada, brokoli, kol, dan beberapa jenis kacang-kacangan.
 

source: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRmRrsOXRxGTcZDcC6Cz6vir3nbo6kEk3_deoPqUCIEUWfusv-W

Makanan dengan Kandungan Gula dan Garam Tinggi

Menyusui dapat membuat ibu menyusui lebih mudah haus dari biasanya, Moms. Jika itu yang terjadi, segera minum segelas air setiap kali kamu hendak menyusui atau sesudah menyusui. Namun tidak peduli seberapa hausnya kamu, jangan mengonsumsi soda atau minuman kemasan yang sangat manis, ya. Minuman ini hanya akan memberi Moms kalori dan gula saja tanpa nutrisi. Selain itu, ada zat tambahan yang berbahaya jika dikonsumsi berlebihan. Belum lagi, bagi ibu pasca melahirkan dengan potensi diabetes, gula berpeluang mengurangi kualitas ASI seiring dengan menurunnya kondisi kebugaran Ibu. Selain gula, makanan yang mengandung garam dan MSG juga sebaiknya dihindari. Makanan tinggi garam kurang dianjurkan bagi ibu menyusui  karena bisa menyebabkan naiknya tekanan darah. Garam juga bisa menghambat penyerapan nutrisi lain ke tubuh. Sedangkan MSG kurang dianjurkan karena bisa menjadi faktor pemicu alergi bagi bayi. 

source: https://i.ndtvimg.com/i/2018-02/sodium-glutamate-msg_650x400_41517572756.jpg

Makanan Pemicu Alergi

Beberapa makanan pemicu alergi seperti telur, kacang-kacangan, susu beserta produk olahannya, coklat, dan makanan laut mungkin berpotensi menimbulkan alergi. Ibu menyusui memang tidak serta merta harus menghindari makanan tersebut. Namun jika Moms atau Dads terindikasi memiliki alergi terhadap suatu jenis makanan tertentu, maka Moms harus waspada alergi tersebut bisa terjadi pada bayi Moms pula. Meskipun Moms dan Dads tidak memiliki alergi, bisa saja bayi tiba-tiba mengalami gejala alergi setelah Moms mengonsumsi makanan tersebut atau makanan yang tidak biasa Moms konsumsi. Bila terjadi alergi pada ibu maupun bayi di masa menyusui, segera konsultasikan kepada dokter ya Moms. 

source: http://www.smiinky.com/wp-content/uploads/2015/12/Breastfeeding-food.jpg