Wabah Japanese Encephalitis

Japanese Encephalitis merupakan sebuah virus yang menyerang otak. Virus ini ditemukan banyak tersebar di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Virus Japanese Encephalitis adalah virus yang termasuk ke dalam golongan flavivirus. Dengan kata lain, virus tersebut tersebar antara melalui nyamuk Culex (khususnya nyamuk Culex tritaeniorhynchus), babi, dan burung yang berada di area sawah/ladang.
 

source: https://www.cdc.gov


 


Proses Virus Japanese Encephaltis Menular Ke Manusia

Virus Japanese Encephalitis tertular ke manusia karena gigitan nyamuk Culex tritaeniorhynchus yang sudah terinfeksi. Nyamuk jenis ini biasanya aktif pada malam hari dan beredar di area persawahan dan irigasi. Di Indonesia sendiri, wilayah yang memiliki kejadian Japanese Encephalitis tinggi adalah Bali. Hal ini disebabkan Bali memiliki banyak area persawahan dan peternakan babi. 
 

source: https://sg.theasianparent.com/


 

baca juga


Gejala Japanese Encephalitis

Pada umumnya, penderita Japanese Encephalitis hanya merasakan beberapa gejala ringan dan bahkan tidak ada gejala sama sekali saat pertama kali terinfeksi virus. Akan tetapi, setelah 5-15 hari terjadinya infeksi, akan ada beberapa gejala yang muncul, seperti :

  • demam,
  • tubuh menggigil,
  • sakit kepala,
  • tubuh terasa lemah,
  • mual,
  • dan muntah.
source: https://summitmedia-digital.com/

Gejala yang paling dikhawatirkan terjadi adalah gejala berat yang terjadi pada 1 dari 200 penderita Japanese Encephalitis. Gejala berat ini menunjukkan adanya tanda dari peradangan pada otak (encephalitis), berupa timbulnya demam tinggi secara mendadak, sakit kepala, terasa kaku pada tengkuk, terjadi disorientasi, koma (kehilangan kesadaran), kejang, hingga kelumpuhan.
 


Pengobatan Japanese Encephalitis

Hingga saat ini, belum ada pengobatan spesifik yang diperuntukan khusus penyakit Japanese Encephalitis. Biasanya, pengobatan yang diberikan bergantung pada gejala yang timbul dan dirasakan oleh pasien. Apabila gejala serius terjadi, biasanya pasien akan dirawat inap dan mendapatkan perawatan khusus dari petugas kesehatan.
 

source: http://ste.india.com/


 

baca juga


Cara Mencegah Japanese Encephalitis

Yang paling dikhawatirkan adalah ketika Japanese Encephalitis menyerang bayi dan anak-anak, gejala kejang yang timbul tentu akan sangat mengejutkan. Itulah sebabnya kamu perlu mengetahui cara-cara untuk mencegah terjangkit virus Japanese Encephalitis, seperti :

Menghindari gigitan nyamuk
  • Gunakan obat anti nyamuk yang memang aman bagi kulit
  • Gunakan pakaian yang tertutup saat beraktivitas di luar rumah, khususnya saat malam hari 
  • Gunakan kelambu atau AC saat tidur untuk menghindari nyamuk menggigit saat tidur
  • Hindari kegiatan di area pertanian, ladang, atau persawahan saat malam hari.
Melakukan vaksinasi

Selain mencegah infeksi melalui gigitan nyamuk, kamu juga perlu mengantisipasi terjangkitnya virus dengan menggunakan vaksin Japanese Encephalitis. Vaksin ini dapat mulai diberikan pada bayi usia 2 bulan hingga dewasa.Vaksin ini perlu diberikan sebanyak 2 kali, dengan jarak pemberian pertama dan kedua adalah 4 minggu atau 28 hari. 
 

source: https://pubmiddleware.mims.com/


Nah, itulah beberapa hal penting seputar virus Japanese Encephalitis. Semoga bermanfaat, Moms!