1. Minyak Kelapa Sawit

Minyak kelapa sawit merupakan minyak goreng yang paling populer di Indonesia. Sempat beredar persepsi bahwa minyak kelapa sawit tinggi kolesterol dan merusak kesehatan tubuh. Namun ternyata hingga saat ini belum ditemukan bukti ilmiah yang mendukungnya. Minyak kelapa sawit justru mengandung asam lemak yang seimbang. 
 

source: http://www.aremafood.com/kuliner/wp-content/uploads/2017/10/minyak-kelapa-sawit-lebih-sehat-aremafood-1024x536.jpg

2. Minyak Kelapa

Daripada mentega, banyak juga orang yang memilih menggunakan minyak kelapa karena terkesan lebih sehat. Namun ternyata berbagai penelitian justru menunjukkan bahwa minyak kelapa mengandung 92 persen lemak jenuh sehingga bisa berakibat kolestorol. Ciri minyak kelapa yakni warnanya putih dan membeku dalam suhu dingin.
 

source: https://media2.s-nbcnews.com/j/newscms/2017_08/1196450/coconut-oil-today-170220-tease_eaac7efcb785e28c60c75aacda55edd4.today-inline-vid-featured-desktop.jpg
baca juga

3. Minyak Zaitun

Minyak zaitun awalnya digunakan oleh orang Mediterania. Lemak tak jenuh dalam minyak zaitun tergolong sangat tinggi, yakni 77 persen dan mengandung zat antioksidan. Tak heran banyak yang beralih ke minyak zaitun karena kesehatannya.
 

source: http://www.berkeleywellness.com/sites/default/files/field/image/iStock-576732962_field_img_hero_988_380.jpg

4. Minyak Biji Bunga Matahari 

Kandungan lemak jenuh pada minyak biji bunga matahari hanya 11 persen, dan sisanya merupakan kandungan minyak tak jenuh. Minyak ini banyak dipilih oleh orang yang memiliki masalah pada kesehatan jantung.
 

source: http://www.truly-organics.com/wp-content/uploads/2015/09/Organic-Sunflower-Seed-Oil.jpg
baca juga

5. Minyak Kanola

Kandungan Omega 3 dan lemak tak jenuhnya yang tinggi membuat minyak kanola dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Harga yang tidak mahal dan mudahnya didapatkan juga membuat minyak kanola banyak digunakan.
 

source: http://images.indianexpress.com/2017/12/canoli-oil.jpg

6. Minyak Sayur

Minyak sayur merupakan perpaduan dari minyak kedelai dan minyak-minyak lainnya. Seperti minyak kanola, minyak sayur juga mengandung Omega 3 dan lemak tak jenuh yang tinggi
 

source: https://naturallydaily.com/wp-content/uploads/2017/11/benefits-of-vegetable-oil.jpg

 

7. Minyak Wijen

Aromanya yang khas amat dikenali dari masakan India dan Timur Tengah yang biasa menggunakannya. Minyak wijen hanya memiliki kandungan lemak jenuh sebanyak 14 persen hingga tergolong baik untuk kesehatan.
 

source: https://www.organicfacts.net/wp-content/uploads/Sesame-oil.jpg

 

8. Minyak Biji Anggur

Minyak biji anggur cocok untuk memasak berbagai masakan. Kandungan lemak jenuhnya sedikit. Namun hingga kini belum ada penelitian yang memaparkan manfaat kesehatan dari penggunaan minyak biji anggur.
 

source: http://www.naturallivingideas.com/wp-content/uploads/2016/08/grapeseed-oil.jpg

9. Minyak Kacang Tanah

Kandungan lemak tak jenuh tunggalnya 49 persen dan kandungan lemak tak jenuh gandanya 33 persen. Namun minyak kacang tanah tidak populer dalam penggunaan dan manfaatnya. 
 

source: https://images.food52.com/QXwAf1RIn7ZN8NMUs6XlYkLcNqY=/bad8903e-7b82-41cb-8743-d617e405ff7a--16679316696_69f5c79d37_b.jpg

10. Minyak Alpukat

Sebenarnya minyak alpukat merupakan minyak yang amat baik dan sehat karena kandungan lemak tak jenuhnya mencapai 70 persen. Namun sayangnya minyak alpukat sulit didapatkan dan harganya tergolong mahal.
 

source: http://1y2u3hx8yml32svgcf0087imj.wpengine.netdna-cdn.com/wp-content/uploads/2017/03/Avocado-Oil-752x472.jpg