Vaksin Ibu Hamil

Di masa kehamilan, para ibu sangat dianjurkan untuk memperhatikan kesehatan tubuhnya. Tidak hanya melalui asupan makanan dan pola hidup, tetapi juga beragam perawatan kesehatan termasuk di dalamnya pemberian vaksin. Pemberian vaksin ini sangatlah penting untuk menjaga daya tahan tubuh ibu dari beragam penyakit yang berisiko menyerang ibu dan janin, seperti misalnya Hepatitis B dan Tokso. Akan tetapi, ada juga lho vaksin yang berbahaya untuk diberikan saat wanita sedang hamil. Nah, agar tahu lebih lanjut, simak daftar vaksin yang aman dan tidak aman untuk ibu hamil berikut ini!
 

source: https://okezone.com/


 


Vaksin Aman Untuk Ibu Hamil

⦁    Influenza
Cuaca yang tidak menentu, membuat ibu hamil beresiko terkena flu. Vaksin ini penting untuk menjaga kekebalan tubuh terhadap virus flu sehingga ibu hamil bisa terhindar dari sakit flu. Dengan kata lain, pemberian vaksin ini aman untuk kamu lakukan saat hamil.

⦁    Hepatitis B
Selanjutnya vaksin yang juga aman untuk diberikan pada ibu hamil adalah vaksin hepatitis B. Mengingat penyakit Hepatitis B sangat berbahaya bagi ibu dan janin, pemberian vaksin ini penting untuk dilakukan. Biasanya waktu pemberian vaksin ini adalah pada bulan pertama, kedua dan keenam.

⦁    DPT (Difteria, Pertusis, dan Tetanus)
Terakhir, vaksin yang juga tidak menimbulkan bahaya bagi ibu hamil adalah vaksin DPT. Tidak hanya aman, vaksin ini bahkan cukup dianjurkan untuk mencegah ibu hamil terjangkit toksoplasma. Pemberian vaksin ini dianjurkan saat usia kehamilan berkisar antara 27 dan 36 minggu. 
 

source: https://www.parents.com/pregnancy/


 

baca juga


Vaksin Tidak Aman Untuk Ibu Hamil

⦁    Measles, Mums, Rubella (MMR)
Vaksin MMR berbahaya untuk diberikan pada ibu hamil karena vaksin ini terbuat dari virus aktif. Pemberian vaksin ini pada ibu hamil sangat tidak dianjurkan karena dapat membahayakan tumbuh kembang serta kesehatan janin. Bahkan, untuk para wanita yang baru mendapatkan vaksin ini, dianjurkan untuk tidak hamil setidaknya dalam kurun waktu 3 bulan setelah pemberian vaksin.

⦁    Varisela
Selanjutnya, vaksin yang juga dilarang untuk diberikan pada ibu hamil adalah varisela. Vaksin ini bermanfaat untuk melindungi tubuh dari virus cacar. Namun, disisi lain vaksin ini berbahaya untuk diberikan pada ibu hamil karena vaksin ini terbuat dari virus aktif. Untuk wanita yang baru melakukan vaksin ini, tidak dianjurkan untuk hamil setidaknya hingga 1 bulan setelah pemberian vaksin.

⦁    Polio
Terakhir, vaksin yang juga berbahaya bagi ibu hamil adalah vaksin polio. Pemberian vaksin polio umumnya dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui pemberian oral atau suntik. Vaksin oral mengandung virus aktif, sedangkan vaksin suntik mengandung virus yang dilemahkan. Itulah sebabnya vaksin ini tidak direkomendasikan untuk ibu hamil.
 

source: https://www.naturalhealth365.com/


Nah, itulah beberapa vaksin yang diperbolehkan dan dilarang pemberiannya untuk ibu hamil. Kenali dengan baik, jangan sampai niatmu untuk meningkatkan kekebalan tubuh malah membahayakan diri dan si kecil dalam kandungan, ya.