1. Tipe Monitor

Sebelum membeli, Moms perlu tahu tipe-tipe monitor bayi terlebih dahulu. Ada 2 tipe, yakni analog dan digital. Harga monitor analog lebih murah ketimbang digital. Di lain sisi tipe digital lebih aman digunakan karena menggunakan password sehingga tidak mudah dibuka orang lain. Kalau Moms membeli yang tipe digital maka carilah yang menggunakan DECT (nirkabel) untuk meminimalkan gangguan dengan perangkat lain. 
 
source: https://www.fatherly.com

 

2. Perhatikan Fitur

Umumnya monitor bayi memiliki 2 fitur utama, yaitu audio dan video. Kalau Moms hanya ingin memantau suara si kecil, maka pilih monitor bayi audio saja. Harganya biasanya lebih murah daripada fitur video. Namun, kalau Moms merasa insecure dengan keamanan bayi, maka coba gunakan monitor yang dilengkapi dengan video. Dengan fitur ini Moms bisa memantau setiap gerak-gerik bayi dan memiliki night vision atau fitur untuk melihat bayi tidur di malam hari. Monitor dengan video juga ada bermacam-macam. Ada yang dilengkapi dengan layar kecil dan besar. 
 
source: http://sea.pcmag.com

 
baca juga

3. Frekuensi

Setidaknya pilih monitor dengan frekuensi yang cukup bagus yaitu di atas 900 MHz. Dengan frekuensi ini maka akan memberikan jangkauan lebih lama dan kecil kemungkinan terganggu oleh perangkat lainnya. 

4. Ukuran
Baby monitor terdiri atas 2 bagian, yaitu monitor dan receiver. Perangkat monitor diletakkan di kamar bayi, dan receiver yang bisa Moms bawa ke mana saja. Sebaiknya pilih receiver yang kecil dan ringan sehingga mudah dipindahkan ketika berada di dalam rumah. Ada pula monitor bayi yang bisa dioperasikan lewat smartphone. Jenis monitor ini lebih praktis untuk digunakan memantau bayi. 
 
source: https://www.nanit.com

 

5. Dilengkapi Alarm

Kalau Moms sangat khawatir dengan keamanan bayi, maka coba pilih baby monitor yang dilengkapi dengan alarm dan terintegrasi dengan sensor pintu. Sehingga jika terjadi sesuatu yang mengancam keselamatan bayi, alarm akan segera berbunyi. 
 
source: https://www.sileo.com