1. Rumah Tangga Harus Berakhir

Apapun itu kasusnya, it takes two to tango, Moms. Tidak ada pihak yang sepenuhnya benar atau sepenuhnya salah di antara kedua orang dalam permasalahan rumah tangga. Maka dari itu, membicarakan, memaafkan, menjauhi masalah, dan memulai kembali keharmonisan merupakan hal yang sepatutnya dilakukan oleh sepasang suami istri. Bahkan, ragam permasalahan yang terjadi justru berfungsi untuk memperkuat pondasi rumah tangga itu sendiri. Bayangkan jika permasalahan tersebut sebenarnya bisa dibicarakan baik-baik antara suami dan istri, namun malah diumbar ke sosial media. Artinya itu akan mempermalukan si pihak tertuduh dan diri sendiri, membuat masalah berkembang semakin besar, sehingga malah besar kemungkinan menutup kesempatan untuk saling memaafkan dan bersatu kembali dalam rumah tangga yang harmonis.
 

source: https://www.trendingus.com/wp-content/uploads/2018/02/1-1920x768.jpg

2. Kehilangan Karier

Tahukah Moms, banyak perusahaan yang memiliki kebijakan untuk menegur keras atau bahkan memecat karyawannya yang mengumbar permasalahan pribadi atau rumah tangganya. Apalagi jika permasalahan  pribadi atau rumah tangga tersebut penuh dengan drama dan menjadi viral di mana-mana. Wajar saja, karena citra perusahaan dicerminkan oleh citra para karyawannya. Bayangkan, sudah bercerai dengan suami karena poin nomor 1 di atas, kemudian harus kehilangan pekerjaan pula. Tidak ada untungnya, bukan?
 

source: http://photos.demandstudios.com/getty/article/217/200/175211049.jpg
baca juga

3. Anak Menjadi Korban Bully

Moms tidak boleh lupa bahwa anak juga memiliki lingkungan sosialnya sendiri, yakni di sekolah. Bisa saja Moms menutupi permasalahan ini dari si kecil, namun di masa serba canggih seperti sekarang ini, informasi tersebar begitu cepat dan pasti akan sampai juga ke telinga si kecil dan kawan-kawannya. Kemudian, dibumbui kasak-kusuk di antara orang tua murid lainnya, si kecil menjadi pusat perhatian. Bukan pusat perhatian karena prestasi Moms, melainkan karena 'prestasi' viral aib rumah tangga orang tuanya. Tak heran jika keadaan tersebut lalu berkembang menjadi perkataan dan perbuatan bullying kepada si kecil. Kalau sudah begitu, apa yang bisa Moms lakukan? Yang sudah tersebar di internet, tidak bisa ditarik kembali.
 

source: https://www.understood.org/~/media/38501fb20d47415b947939665893e140.jpg?h=662&la=en&mh=662&mw=1178&w=1176

4. Kehilangan Teman

Jika Moms mengira semua teman akan mendukung dan berada di pihak Moms, sebaiknya pikirkan lagi. Saat Moms mengumbar permasalahan rumah tangga di sosial media, Moms sedang dikuasai emosi dan merasa diri paling benar. Namun tidak demikian adanya dengan teman-teman yang melihatnya dari sudut pandang netral. Walaupun mereka seolah bersimpati dengan Moms, akan banyak juga teman yang kemudian menjauh atau membatasi kedekatan dengan Moms. Ini logika mereka: jika Moms bisa dengan mudahnya mengumbar permasalahan pribadi begitu rupa ke sosial media, bisa saja suatu saat nanti giliran permasalahan Moms dengan mereka yang Moms umbar dan menjadi viral. Mereka pun memilih menjauh perlahan dari sang drama queen sebelum ada drama selanjutnya. Logika yang sama sekali tidak salah, kan?
 

source: https://journeytobeautifulblog.files.wordpress.com/2015/11/left-out.jpg
baca juga

5. Kehilangan Keluarga

Tak perlu penjelasan panjang, perpecahan antara hubungan suami dan istri, apalagi yang ramai hingga menjadi konsumsi publik pasti akan membuat perpecahan pula di antara dua keluarga besar yang tadinya sudah menyatu. Moms akan kehilangan sosok mertua yang baik dan kakak atau adik ipar yang seru. Dan Moms pun akan 'terjebak' dalam suasana canggung di banyak kesempatan, misalnya saat bersilaturahmi ketika hari raya atau menjenguk si kecil yang sedang sakit.

source: https://fthmb.tqn.com/op6-TLVyzRYB6OUbZNy64-R868U=/2050x1465/filters:no_upscale():fill(transparent,1)/184814592-56a2a96d5f9b58b7d0cd2959.jpg


Bagaimana Moms? Sebaiknya kita menggunakan sosial media secara bijak agar mendapatkan manfaat maksimal yang positif, ya.