1. Mencatat Jumlah Rokok per Hari
Sebelum mengurangi rokok, merokoklah seperti biasa selama seminggu. Namun, catat berapa jumlah rokok yang Moms isap per harinya. Harus jujur dalam mencatat jumlahnya ya, Moms. Kemudian di akhir hari ke-7 jumlahkan semuanya. Dan itulah jumlah rokok yang merusak kesiapan sel reproduksi Moms untuk dibuahi. Padahal, 1 batang rokok saja sudah memiliki kemampuan merusak karena kandungan racunnya yang amat banyak. Jika Moms mulai merasa tidak nyaman akan hal tersebut, maka lanjutlah ke langkah berikutnya.
 

source: https://ak4.picdn.net/shutterstock/videos/3850154/thumb/3.jpg

2. Perkuat Tujuan
Kini saatnya mengurangi rokok. Menghentikan kecanduan akan sesuatu cenderung hanya bisa dipicu oleh dua hal, yakni kapok karena terkena akibatnya atau memiliki tujuan besar yang bisa mengalahkan rasa nyandu itu sendiri. Semoga Moms tidak perlu mengalami kejadian buruk dulu ya, untuk berhenti merokok. Nah, maka pusatkanlah tujuan dari berhenti merokok itu sendiri, yang dalam hal ini yakni demi suksesnya program hamil. Setiap kali Moms hendak merokok, bayangkanlah kebahagiaan yang akan Moms dan Dads rasakan ketika mengetahui Moms mengandung, kemudian melahirkan bayi yang lucu. Kemudian bayangkan pula risiko yang Moms dan si kecil harus terima jika Moms masih merokok. Niscaya keinginan merokok akan berkurang, bahkan lenyap saat itu juga.
 

source: https://www.orami.co.id/magazine/static/media/uploads/blog/1-body-text-cepat-hamil.jpg
baca juga

3. Tidak Berkumpul dengan Perokok
Saat Moms sudah berhasil mengurangi atau bahkan berhenti merokok, untuk sementara hindarilah berkumpul dengan teman-teman yang sedang merokok. Kumpulan teman yang merokok merupakan 'musuh besar' seseorang yang sedang berusaha untuk berhenti merokok. Bukannya karena mereka menghasut Moms untuk merokok lagi,  namun Moms akan tergoda untuk merokok kembali karena melihat orang-orang yang merokok di sekitar Moms. Tolaklah dengan halus ajakan mereka untuk berkumpul (karena pasti melibatkan rokok) dengan memberitahu bahwa Moms sedang berusaha untuk berhenti merokok agar memiliki anak.
 

source: https://1uwwposvrcd1eykj7nn90o1a-wpengine.netdna-ssl.com/wp-content/uploads/2016/09/say-no-to-smoking.jpg

4. Bersih-bersih
Sebagai orang yang pernah aktif merokok, pasti Moms memiliki korek api, bungkus rokok, asbak, bahkan permen penyegar nafas dimana-mana. Singkirkanlah barang-barang tersebut jauh-jauh, Moms. Atau, buang saja. Sudah tidak terpakai, bukan? Lalu pergilah ke supermarket untuk membeli pewangi ruangan untuk dipasang di kamar atau area dimana Moms biasa merokok di rumah. Dengan demikian Moms akan merasa hawa yang bersih dan fresh, seiring dengan perjalanan Moms menjadi pribadi baru yang lebih segar dan sehat tanpa rokok.
 

source: https://s-i.huffpost.com/gen/1666379/images/o-WOMAN-HAPPY-MORNING-facebook.jpg
baca juga

5. Mencari Hobi Baru
Akhirnya Moms sudah bisa berhenti total dari kegiatan merokok. Selamat ya, Moms! Nah, agar Moms tidak merasa nganggur di waktu luang, Moms bisa mencari hobi baru yang akan membuat Moms sibuk. Misalnya, membuat blog tentang perjalanan Moms untuk berhenti merokok, mempraktekkan resep masakan sehat yang akan membantu Moms untuk hamil, memperbanyak waktu berkencan dengan Dads, atau malah mendesain interior untuk kamar bayi Moms nantinya. Carilah hobi yang benar-benar baru dan membuat pikiran Moms jauh dari merokok ya, Moms.
 

source: https://www.independentfemme.com/wp-content/uploads/2016/05/7-Fail-Safe-Tips-for-How-to-Start-Your-Very-Own-Successful-Blog.jpg