Gejala Rubella 

Sekitar setengah orang yang terkena rubella memiliki tanda dan gejala, dan setengahnya lagi tidak. Gejala rubella biasanya ringan seperti flu yang diikuti oleh ruam. Ruam sering berlangsung sekitar 3 hari. Gejala flu karena rubella seperti: demam ringan, sakit kepala, hidung meler, mata merah, kelenjar bengkak, nyeri sendi dan otot. Rubella disebabkan oleh virus dan sangat mudah menular dengan menyebar melalui udara dari batuk orang yang terinfeksi atau bersin. Jadi, Moms perlu hati-hati dengan orang yang sedang batuk dan lebih baik segera menghindar ya!

source: https://www.babycentre.co.uk/

 
Bahaya Rubella

Rubella bisa menjadi ancaman serius bagi kehamilan. Terutama jika Moms mengalaminya pada trimester I dan II. Berikut dampak bahaya rubella: 
  • Sindroma rubella kongenital (CRS):  Rubella saat hamil akan memberikan dampak lebih besar pada bayi. Rubella bisa menyebabkan bayi dilahirkan dengan satu atau lebih cacat lahir, termasuk masalah jantung, microcephaly, gangguan penglihatan, gagat pendengaran, cacat intelektual, gangguan tulang, gangguan pertumbuhan, serta kerusakan hati dan limpa.
  • Keguguran: Bayi meninggal di rahim sebelum usia 20 minggu kehamilan.
  • Stillbirth: Kondisi di mana bayi meninggal di rahim setelah 20 minggu kehamilan.
  • Kelahiran prematur: Bayi lahir terlalu dini yakni sebelum 37 minggu kehamilan.
source: https://baby-pedia.com

 
baca juga
Cara Mencegah Rubella

Untungnya sudah ditemukan cara untuk bisa mengindari diri terkena rubella. Salah satunya adalah dengan memastikan sistem imun Moms kebal terhadap infeksi, khususnya virus rubella. Kalau kebal, maka kecil kemungkinan Moms bisa terinfeksi virus ini. Biasanya ibu hamil kebal karena pernah mendapatkan vaksinasi sebelumnya ataupun pernah mengalami penyakit ini saat kecil dan tidak terulang lagi di saat dewasa. Namun, bagi ibu yang belum kebal terhadap rubella, maka lakukan hal-hal ini untuk melindungi calon bayi dalam rahim: 
  1. Dapatkan vaksin MMR sebelum hamil. Setidaknya vaksin ini sudah disuntikkan ke tubuh Moms sebulan sebelum merencanakan kehamilan. 
  2. Selama hamil, pastikan melakukan tes kekebalan terhadap rubella saat kontrol dengan dokter kandungan. Jika tubuh sudah kebal, maka vaksin MMR tak dianjurkan selama kehamilan. 
  3. Selama hamil hindari berada di dekat-dekat orang yang terkenal rubella. Apabila pernah terjadi kontak dengan penderita rubella, maka segera periksakan diri ke dokter. 
  4. Dapatkan vaksin MMR setelah melahirkan jika memang diperlukan. Vaksinasi akan membantu bayi tidak terkena rubella yang mungkin ditularkan dari ibu. Setelah berusia 12 bulan, maka bayi akan mendapatkan vaksin MMR untuk melindungi tubuhnya sendiri.
source: https://www.whattoexpect.com