1. Hubungan Seks 

pendarahan saat hamil bisa juga disebabkan oleh hubungan seksual antara ibu hamil dan pasangannya. Hal ini bisa terjadi ketika usia kehamilan sudah tua. pendarahan sendiri terjadi karena hubungan seksual tersebut menyebabkan adanya perubahan pada tekstur serviks atau rahim. 

source: http://www.loverelationshipproblemsolution.com

2. Plasenta Previa

Plasenta previa merupakan perlekatan ari-ari yang berada di bagian bawah rahim sehingga berpotensi menutupi jalan lahir. Kondisi ini juga berisiko menimbulkan pendarahan berulang saat hamil terutama mendekati waktu persalinan. Nah, jika hal ini terjadi pada moms, maka akan menyebabkan ibu dan bayi pada keadaan yang berisiko. Untuk mengatasi hal ini, moms biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk melakukan operasi caesar.

source: http://thehealthsite.com
baca juga

3. Hamil ektopik 

Kehamilan ektopik adalah ketika telur yang dibuahi tidak menempel dan tumbuh dalam rahim seperti umumnya, tetapi menempel dan tumbuh di tempat lain, biasanya tuba falopi. Tuba falopi ini merupakan saluran kecil yang dilewati sel telur yang dibuahi untuk menuju rahim. Gejala awal yang terjadi biasanya pendarahan vagina ringan, nyeri panggul serta diikuti dengan muntah,kram perut yang tajam, nyeri pada satu sisi tubuh, pusing atau nyeri bahu. 

source: http://parenting.com

4. Infeksi Vagina

Beberapa pendarahan saat hamil juga bisa disebabkan karena infeksi vagina. Penyebab infeksi biasanya adalah bakteri vaginosis yang memang biasanya tinggal dalam bagian leher rahim. Nah, jika leher rahim mengalami pendarahan maka darah akan mengalir sedikit. Akan lebih baik kondisi ini segera ditangani agar infeksi tidak menyebar ke bagian dalam ruang reproduksi lain, termasuk juga menyerang janin yang ada di dalam kandungan. Untuk mencegah pendarahan terjadi ada baiknya moms rutin memeriksakan kondisi kandungan ke dokter ya. 

source: https://www.growingyourbaby.com