1. Buat Si Kecil Selalu Hangat

Jaga selalu kehangatan tubuh bayi dengan menggendong dan memeluknya. Gunakan kain gendongan khusus agar Moms bisa melakukan bonding atau perlekatan skin to skin dengan bayi. Lakukan dengan sentuhan kelembutan dan dengan rasa nyaman. Biasanya bayi akan mengetahui aroma tubuh Moms dan irama nafas melalui sentuhan. Cara ini juga dapat membuat bayi tidur lebih nyenyak. Melalui bonding ini, Moms juga akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menyusui karena dengan rasa bahagia saat Moms memeluknya bisa memberi rasa percaya diri yang dapat meningkatkan produksi ASI.
source: http://momjunction.com
2. Perhatikan Posisi Tidur 

Pastikan posisi bayi tidur telentang, tidak miring, dan tidak tengkurap. Hal ini bertujuan mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak yang lebih umum terjadi pada bayi prematur dibandingkan pada bayi yang lahir sesuai waktunya. Moms mungkin akan sering bangun di malam hari hingga bayi prematur berusia 6 bulan setelah tanggal melahirkan seharusnya. Karena bayi prematur biasanya tidur lebih sering namun dengan durasi yang lebih singkat dibandingkan bayi lainnya.
source: http://agoramedia.com
baca juga
3. Lakukan Imunisasi Rutin 

Pada dasarnya, jadwal imunisasi bayi prematur sama saja dengan jadwal bayi yang terlahir normal. Bedanya hanya pada vaksin hepatitis B. Imunisasi atau vaksin bertujuan untuk melindungi bayi dari serangan penyakit serius. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak untuk langkah preventif yang bisa dilakukan dalam penanganan imunisasi dan vaksin bayi prematur. Selalu catat dan simpan hasil catatan imunisasi si kecil ya, Moms, dan jangan sampai hilang.
source: https://financialtribune.com

4. Lingkungan yang Bersih dan Steril

Lindungi selalu bayi dari risiko tertular penyakit dari orang sekitar. Misalnya dari yang terdekat seperti anggota keluarga, teman, hingga kerabat yang menjenguk pasca persalinan. Hindari bayi prematur dari tempat umum minimal hingga usia dua tahun pertamanya. Polusi udara seperti asap kendaran bermotor, asap pembakaran sampah hingga asap rokok wajib dihindari karena organ paru-paru pada bayi prematur belum sempurna.

source: https://globalnews.ca
baca juga
5. Perhatikan Jadwal Menyusui

Umumnya kebanyakan bayi prematur perlu disusui sebanyak 8-10 kali dalam sehari. Usahakan memberikan susu kurang dari 4 jam agar bayi terhindar dari dehidrasi dan cairan tubuhnya tercukupi. Indikator bayi prematur menyusu dengan cukup adalah bila bayi buang air kecil sebanyak 6 hingga 8 kali dalam sehari. Kebanyakan dokter spesialis anak akan menganjurkan untuk memberi asupan makanan padat sejak mereka usia 4-6 bulan terhitung setelah waktu lahir yang seharusnya. Berikan makanan dengan tekstur yang sangat lembut karena bayi prematur membutuhkan waktu lebih lama untuk mampu menelan.
source: http://www.thewhig.com