Mengatakan "Tidak" Tanpa mengatakan Tidak!

Selayaknya kita, balita juga senang mendengarkan sesuatu yang menyenangkan. Berkata dengan nada memerintah,melarang, mengintimidasi atau menakut-nakuti tidak akan efektif dalam angka panjang. Si kecil tidak akan lagi menganggap kata tidak sebagai sesuatu yang istimewa. Seperti yang dikatakan oleh   Audrey Ricker, Psy.D., co-author dari Backtalk: 4 Steps in Ending Rude Behavior in Your Kids. Pakailah kata-kata yang positif, singkat dan mudah dimengerti anak-anak.Ingat Ma, rentang konsentrasi si kecil tidaklah panjang.  

Oh ya Moms, jika selama ini Moms sering berbohong pada si kecil agar larangan efektif. Stop lakukan itu, mungkin hari ini ia bisa mendengar apa yang kamu katakan karena takut. Tapi di kemudian hari, saat oa tau bahwa apa yang kamu katakan itu tidak lah benar, ia tidak akan percaya pada apa yang kamu katakan lagi.
 
source: https://images.parents.mdpcdn.com/sites/parents.com/files/styles/width_360/public/images/550_101906000.jpg

Tetapkan Konsekuensi yang Disepakati Bersama

Moms, alih-alih langsung melarang sesuatu, kita bisa membicarakan hal apa saja yang boleh dan tidak kepada si kecil. Gunakan alasan yang masuk akal agar dia mengerti akibat dari apa yang dia lakukan. Tanyakan pada si kecil, apa saja yang menurutnya boleh dan apa saja yang tidak lalu sepakati bersama konsekuensinya. 
Misalkan, Moms ingin membicarakan  tentang waktu bermain gadget. Alih-alih Moms melarangnya bermain, atau langsung menginterupsi saat dia tengah bermain gadget, Moms bisa membuat kesepakatan yang harus di taati oleh kalian berdua. seperti memegang gadget hanya satu jam per hari, atau di hari libur. Selain waktu itu, maka tidak ada gadget dihadapan si kecil.

source: http://www.takepart.com/sites/default/files/baby-phone.jpg
baca juga

Sejajarkan diri Kamu dengan Mereka

Posisikan badan dengan tinggi anak dan jangan terlalu jauh darinya. Dengan demikian, balita akan fokus dan mendengarkan pesan atau kata-kata yang disampaikan kita Moms. Jika anak terlihat tidak memperhatikan, sentuh bahunya lalu tatap mata anak.
Jangan melarang sesuatu sembari melakukan kesibukan lain, misalkan main gadget, membaca koran atau melakukan pekerjaan rumah tangga. Hal itu hanya akan membuat kata-kata kamu tidak penting dimata anak dan dia tidak akan mendengarkan apa yang kita katakan. Ia menganggap kamu tidak serius melarang Moms!

source: http://images.parenting.mdpcdn.com/sites/parenting.com/files/styles/story_detail/public/400_8_top_discipline_mistakes.jpg?itok=8WhwVmaB

Carilah Waktu yang Tepat Berbicara Pada Mereka

Moms, saat kamu melarang si kecil, kemungkinan si kecil bisa mendengarkan kemudian besok mengulanginya lagi. Hmm...gimana ni ya enaknya? Nah Moms, waktu yang tepat adalah kunci dari komunikasi efektif dengan si kecil. Pilih waktu dimana kamu dan si kecil tidak dalam kondisi marah, misalkan saat kamu mau tidur. Jangan membicarakan larangan atau konsekuensi ketika dia sedang sibuk bermain, dalam keadaan lelah atau mengantuk.

source: http://cache.famili.fr/data/photo/mh600_c18/maman-enfant-article.jpg
baca juga

Konsisten dan Jadilah Role Model!

Moms, si kecil adalah makhluk paling perasa dan bisa mendeteksi kapan saja kita tidak konsisten dengan apapun larangan kita. Si kecil bisa saja mengetes kamu mengenai batas kelonggaran yang bisa ia dapatkan, kembali lagi pada kasus penggunaan gadget. Jika kamu seringkali menggunakan gadget saat bermain bersama si kecil, kemungkinan si kecil protes dengan meminta gadget kamu. 
Tidak konsisten dalam hal larangan hanya akan membuatnya kebingungan dan tantrum. Hari ini dia boleh bermain setelah sekolah, tapi esoknya si kecil diperbolehkan bermain.
Selain konsisten, lakukan apa yang telah kamu sepakati bersama dengan si kecil. Si kecil juga membutuhkan contoh dari prang tua mengenai hal apa saja yang bisa ia lakukan dan hal mana yang tidak bisa.

source: http://www.ahaparenting.com/assets/img/PTL-Mom-says-No-discipline.jpg