Beberapa waktu lalu, saya sempat melihat postingan seorang kenalan di jejaring sosial seputar kaum perempuan yang harus berdaya (memiliki sumber penghasilan) sendiri, agar kelak nggak terlalu menggantungkan diri pada pasangan. 

Hal ini mengingatkan saya pada pesan Almarhumah Mama sejak saya masih belia: "Jadi perempuan itu harus mandiri, harus punya pekerjaan dan bisa menghidupi diri sendiri, soalnya, kita nggak tahu apa yang akan terjadi".

Sejak saat itu, saya selalu membayangkan diri saya menjadi seorang wanita karir, yang menjangkau mimpi, ataupun menuntut ilmu setinggi-tingginya. 

Namun, bayangan itu buyar sekejap karena ternyata setelah menikah dan memiliki anak, saya ingin merawat anak saya secara langsung dengan kedua tangan saya sendiri. 

Meskipun terdapat beberapa sudut dalam hati saya yang menginginkan untuk bekerja di luar rumah lagi, saya tetap ingin merawat mereka sampai mereka siap dengan sendirinya untuk saya tinggal bekerja.

Keputusan seperti ini memang ada plus minusnya. Plusnya, tentu bisa lebih konsentrasi merawat anak dengan cara yang kita inginkan sendiri. Minusnya, pasti ada. Salah satunya adalah membiarkan otak jarang bekerja untuk mengembangkan diri sendiri. Dan, tentu saja, jadi nggak punya penghasilan sendiri. Hiks!

But, anyway, time is clicking, and everybody's changing!

Jaman sudah berubah. Berkat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, yang tadinya susah, beranjak menjadi sesuatu hal yang mudah dilakukan. Berbekal telepon pintar (smartphone) dan kuota, keahlian kita bisa dikenali khalayak (atau dalam bahasa teknologinya: netizen), bahkan menghasilkan pundi-pundi rupiah, lho!

Dari hasil pengamatan saya secara pribadi, terdapat beberapa profesi atau pekerjaan yang bisa ditekuni meskipun tengah menjalani peran sebagai ibu rumah tangga. Apa saja itu?

1. Penulis 


Sumber: Sheknows.com

Profesi ini merupakan salah satu profesi pilihan saya, yang memang sudah saya geluti sejak saya memutuskan untuk resign dari sebuah kantor media. Yap! Jadi penulis lepas itu nggak hanya berarti harus menulis buku, lho. Ruang lingkupnya bermacam-macam, mulai dari menjadi blogger (seperti di Mommyasia ini), pengisi konten media sosial, membuat artikel untuk majalah ataupun media online, hingga menyusun buku untuk perusahaan. 

Kalau bingung dengan bagaimana memulainya, Moms bisa menjadi blogger dulu atau rajin mengikuti proyek menulis iseng di media sosial, ataupun bisa menyambangi berbagai situs pekerja lepas, seperti Freelancer , Sribulancer , dan lain sebagainya.

2. Desainer atau Ilustrator


Sumber: Shutterstock

Saya memasukkan profesi ini ke dalam daftar pekerjaan bagi IRT, mengingat banyak dari beberapa teman saya yang menjalaninya tanpa harus pergi ke kantor atau menjadi karyawan in-house.

Namun, untuk pekerjaan desain tertentu (seperti desain interior, arsitek, atau produk), memang dibutuhkan spesifikasi yang mumpuni, yaitu latar pendidikan desain atau arsitek, dan setidaknya bisa menguasai software-software desain seperti Autocad, Archicad, Google Sketch Up, ataupun 3D Max. 

That's why, saya nggak milih profesi desainer sebagai pekerjaan saya di rumah. Walau saya adalah lulusan jurusan desain, tapi saya nggak bisa 3D Max. Dan ini menyedihkan, hehehehe!

Tapi, untuk pekerjaan ilustrator dan desainer grafis, (sepertinya) tidak terlalu membutuhkan spesifikasi tertentu kok, yang terpenting rajin berlatih, mencoba, dan "ngulik" software grafis--seperti Adobe Photoshop, Adobe Ilustrator, dan Adobe In-Design--yang relatif nggak butuh komputer atau laptop yang sangat mutakhir, dan bisa dipelajari sendiri. 

Oh iya, untuk mencari proyek-proyek lepas, Moms bisa menyambangi situs-situs yang sama dengan yang saya sebutkan di poin satu ya. 

3. Marketing Online


Sumber: Reader's Digest

Nah, profesi ini merupakan salah satu pekerjaan yang sering membuat banyak Moms tergiur karena iming-iming penghasilan yang besar dengan cara yang mudah.

Hmm, sebenarnya, menurut saya, nggak ada satupun pekerjaan yang terlalu mudah di dunia ini, termasuk pekerjaan sebagai Marketing Online ini. Moms tetap butuh kuota, pulsa untuk menelepon, dan kecakapan saat menawarkan produk, dan itu nggak mudah. Nggak mudah sama sekali, terutama bagi orang-orang seperti saya ini, hehehe.

Jadi, mengutip kata-kata dari salah satu suksesor MLM (Multi Level Marketing) yang pernah saya dengar di salah satu seminar (saya bukan ikut MLM-nya, tapi kebetulan waktu itu jadi freelance untuk media sosialnya, hehehe): bisnis itu nggak mudah, tapi butuh kerja keras, dan hal tersebut yang membuat seseorang sukses. 

Jadi, menurut pendapat saya secara pribadi, Moms, jangan tertipu iming-iming penghasilan besar dengan cara yang mudah ya! No pain, no gain!

4. Wiraswasta


Sumber: Louisepillidge.com.au

Profesi yang satu ini merupakan profesi favorit yang bisa dilakukan Moms sesuai hobi dan kesukaan masing-masing, lho! Berbekal ketekunan, fokus, serta keberanian untuk menjaring relasi baru, Moms bisa melakukan kegiatan wirausaha dengan perasaan gembira, lho!

Sebagai contoh, bila Moms hobi memasak, Moms bisa mulai menjual hasil masakan Moms, mulai dari kue basah, cookies, homemade frozen food, hingga membuat katering sendiri. 

Bila Moms tertarik dalam dunia fashion dan lifestyle, Moms bisa memroduksi sendiri produk yang akan dijual, seperti membuat aksesoris--kalung, gelang, anting, dan hijab-- , pakaian, sepatu, hingga produk interior. 

Tapi, Moms juga bisa berwirausaha dengan menjadi reseller produk-produk tertentu lho! Sebelumnya, pastikan agar Moms mendapat izin dari penjual asal untuk menjadi reseller, ya! Ingat, hak cipta itu nggak boleh disepelekan, lho!

***

Menjadi ibu rumah tangga bukanlah halangan untuk bekerja dan berkarya, kan? Yang penting, ada kemauan dan usaha keras. Selamat berjuang, para Moms tangguh!