Moms, di zaman serba gadget ini, kita bisa mendapatkan berita dengan sangat mudah.  Namun sayangnya tidak semua berita yang beredar tersebut dapat dibuktikan kebenarannya.  Berita yang disebarkan terkadang malah termasuk beita Hoax atau palsu yang kontennya mengandung kekerasan, fitnah, penipuan, isu SARA dan hal negatif lainnya.  Dan terkadang ada pengguna yang tanpa menimbang-nimbang perihal info berita yang diterimanya, namun langsung saja ikut membagikannya hingga akhirnya berita tersebut pun viral.  Moms, mari kita budayakan hati-hati dalam membagikan berita dengan beberapa tips berikut.

1.  Hati-hati dengan judul yang provokatif



Salah satu ciri berita hoax adalah dengan menggunakan judul yang provokatif.  Hal ini dimaksudkan untuk mengundang rasa penasaran pembaca dan memancing emosional pembaca dalam menanggapi perihal tersebut.  Hati-hati Moms, dengan berita yang judulnya provokatif seperti ini.  Karena umumnya mengandung unsur yang bersifat provokatif pula.

2. Periksa Fakta

Jika Mommy sudah baca dengan seksama perihal tersebut, maka kemudian cobalah second information mengenai kabar tersebut.  Umumnya jika memang ada berita heboh yang sedang viral, maka aka nada banyak bahasan mengenai hal itu dari berbagai sudut pandang media yang berbeda pula.  Setelah membandingkan isi dari berbagai sumber pemberitaan, maka Mommy dapat membandingkan, kira-kira berita mana yang benar dan mana yang salah.

3.  Cermati alamat situs



Berita yang berasal dari situs serta akun bodong, semisal undian hadiah, haruslah kita krocek ulang kebenarannya.   Berita yang benar haruslah memiliki sumber referensi yang jelas.  Mulai dari alamat situ serta akun yang jelas dan kompeten, hingga konten lain yang terdapat dalam situs tersebut pun haruslah memiliki citra yang baik.

4.  Cek keaslian foto


Para pelaku penyebar hoax ini akan melalmpirkan foto pada konten beritanya sehingga pembaca merasa yakin dengan isi berita.  Namun foto yang dilampirkan terkadang sudah melalui proses editing dengan tujuan yang disesuaikan dengan isi berita. Untuk mengecek keaslian foto, coba Mommy masukan keyword berita tersebut ke search engine.  Jika ternyata foto tersebut adalah foto rekayasa, maka pilihan yang paling tepat adalah tidak ikut membagikan berita tersebut.
 
Undnag-undang ITE saat ini sudah semakin ketat dengan memberikan ancamana hukuman yang jelas bagi para pelanggar hukum, khususnya bagi mereka yang gemar menyebarkan berita hoax yang mengandung unsur fitnahan, penipuan, kekerasan serta konten provakatif berisi isu SARA.  Jangan sampai niatan baik kita ingin membagikan berita malah terseret ke dalam fitnahan.