Apa Itu Induksi Persalinan?

Induksi adalah salah satu stimulasi yang dilakukan untuk mempercepat kelahiran apabila ibu tidak juga memperlihatkan tanda-tanda persalinan hingga due date tiba. Kira-kira kapan induksi dilakukan? Sebelumnya, Moms perlu tahu kalau plasenta memiliki usia yang terbatas. Jika kehamilan sudah melewati batas tanggal jatuh temponya, yaitu lebih dari seminggu setelah due date, maka kinerja plasenta akan menurun kualitasnya. Dalam kondisi ini, produksi nutrisi dan oksigen pada plasenta pun akan berkurang secara bertahap. Apabila nutrisi dan oksigen semakin berkurang, tentunya akan berbahaya bagi kelangsungan kehidupan bayi di dalam rahim. Tidak sedikit bayi yang cacat bahkan meninggal akibat hal ini. 
 

source: http://mumsonline.ie


 

Alasan Kenapa Ibu Harus Induksi Persalinan

Selaini ibu hamil tidak merasakan adanya kontraksi padahal kehamilannya sudah memasuki tanggal perkiraan lahir bahkan lebih (9 bulan lewat), induksi persalinan juga dapat dilakukan dengan alasan kesehatan ibu dan calon bayi yang meliputi: 

- Ibu menderita tekanan darah tinggi, terkena infeksi serius, atau mengidap diabetes.
- Ukuran janin terlalu kecil, bila dibiarkan terlalu lama dalam kandungan diduga akan berisiko atau membahayakan hidup janin.
- Ketuban pecah dini sebelum ada tanda-tanda awal persalinan.
- Plasenta keluar lebih dahulu sebelum bayi.
 

source: http://www.independent.co.uk


 

baca juga

Risiko Induksi Persalinan

Mempercepat persalinan lewat metode induksi cukup berisiko, oleh karena itu benar-benar dilakukan oleh dokter kandungan yang berpengalaman. Beberapa risiko yang mungkin ditimbulkan di antaranya: 

1. Kemungkinan ibu yang diinduksi akan mengalami kontraksi rahim yang berlebihan sehingga terasa sakit. Jika ibu merasa tidak tahan dengan rasa sakit yang ditimbulkan, biasanya proses induksi dihentikan dan dilakukan operasi caesar.

2. Si calon bayi yang masih di dalam rahim mungkin mengalami ketidaknyamanan sehingga dapat membuatnya mengalami gawat janin atau pada bayi.. Itulah kenapa selama proses induksi berlangsung, dokter harus terus memantau gerak janin. Kalau misalnya terlalu berisiko untuk dilanjutkan maka proses induksi harus dihentikan.
 

source: http://www.insidesources.com

3. Buat Moms yang pernah melahirkan lewat proses operasi caesar sebelumnya, induksi kemungkinan dapat merobek bekas jahitan operasi caesar.

4. Ibu berisiko mengalami emboli. Emboli terjadi apabila air ketuban yang pecah masuk ke pembuluh darah dan menyangkut di otak ibu, atau paru-paru. Bila terjadi, maka bisa membahayakan nyawa ibu.