Pada usia 18-24 bulan seorang anak menunjukkan kemampuan menggambar saat ia mulai bisa memegang alat tulis dan membuat coretan serupa benang kusut. Menggambar benang kusut ini melibatkan motorik halus, yaitu mulai dari menggemgam pensil, menggerakannya di atas kertas, dan memberikan tekanan pada alat tulis.

Keseruan menggambar benang kusut ini sebenarnya juga membatu anak untuk mengembangkan keterampilan menggambar dan mewarnai serta buat imajinasinya. Menjelang usia yang ketiga, anak sudah siap membuat lingkaran dan garis vertikal. Jika anak tidak menunjukkan keinginan untuk menggambar, bisa jadi ia memang belum mampu melakukanya. Sebenarnya kemampuan ini bisa dicoba melalui latihan dan berbagai stimulasi seperti berikut ini:

• Berikan sarana, kita bisa menyediakan gambar peratalan yang sederhana, seperti krayon, pensil warna, dan sebagainya.

• Jangan membangunkan si kecil dengan mendikte bagaimana suatu objek dibentuk. Lebih baik puji hasil karyanya dan untuk memulai cerita dibalik hasil karyanya.

• Jika tidak ingin dinding rumah penuh dengan coretannya, sediakan buku gambar besar. Kita juga bisa memberikan kertas putih lebar agar ia bisa duduk diatasnya lalu buat gambar di atas kertas tersebut. Kita juga bisa menyediakan satu sisi dinding untuk dicoret-coret oleh anak. Kalau pun ketahuan mencoret dinding lainya, jangan dimarahi. Ini akan menjadi berhenti berekspresi karena menganggap apa yang dilakukanya salah, tapi ajaklah ia bersih dinding tersebut.

Kita bisa membuat gambar dikertas gambarnya lalu untuknya. Ini bisa memancing si kecil untuk menggambar.

• Biarkan dia membuat gambar apa saja, setelah itu tanya apa yang di gambarnya. Anak usia ini biasanya bersemangat untuk menjelaskan gambar yang dibuatnya. Melalui pertanyaan kita, ia akan bersemangat untuk menggambar.

Ini tips dari saya, semoga bisa membatu.