Moms, belakangan ini istilah generasi micin sedang naik daun sekali ya. Mulai dari tingkah generasi yang terkesan konyol, hingga nekat tanpa perhitungan.  Kenekatan itu tidak hanya ada didunia nyata lho Moms,  namun juga tanpa malu-malu disebarluaskan di sosial media mereka sendiri. Jika sudah seperti ini, maka yang salah bukan hanya anak saja Moms, tapi juga lingkungan yang membentuknya.  Termasuk orangtua, keluarga, dan tentu saja teman-temannya….



Yang sedang viral saat ini adalah akun facebook seorang anak wanita.  Ntah tujuannnya bercanda ataupun serius, yang pasti status semacam ini sudah kelewat batas.  Karena banyak ditemukan kasus bunuh diri pada orang dewasa, yang keinginan untuk bunuh dirinya sudah ada sejak kecil.  Namun karena rasa takut dan lain-lain, maka aksi bunuh diri itu baru dapat direalisasikan setelah ia dewasa.
 
Peranan orangtua sebagai sosok panutan yang juga digugu dan ditiru amatlah vital disini.  Tanamkan pemahaman agama sejak dini pada anak. Bahwa agama manapun, tidak lah pernah membenarkan adanya tindakan bunuh diri.  Bunuh diri tidak serta merta mampu menyelesaikan masalah, namun akan memberikan masalah baru bagi keluarga yang ditinggalkan.


 
Dalm konteks bercanda sekalipun, bunuh diri dapat dikatakan sebuah lelucon yang amat sangat tidak lucu.  Terlebih apabila dilontarkan oleh seorang anak kecil.  Keinginan bunuh diri, terlebih pada usia yang masih sangat dini, haruslah diwaspadai.  Hal ini merupakan bentuk gangguan psikologis yang membahayakan bagi diri dan oranglain.  Niatan bunuh diri yang tertanam sejak kecil akan mengganggu kehidupan pribadi si pelaku.  Mulai dari ketidak tenangan, kegelisahan, frustasi, rasa rendah diri, tidak percaya diri, bahkan merasa Tuhan serta kehidupan tidaklah adil baginya.

Moms, kita terkadang lupa untuk menengok ke sebelah kita. Mencoba berempati serta bersimpati pada keadaan sekitar kita.  Kita kadang sering hanyut dalam rentetan aneka status yang kita buat sedemikian indah.  Kita lupa bahwa anak kita sudah semakin dewasa.  Caranya bersosialisasi pun sudah semakin maju.  Kita lupa sesekali memantau perkembangan media sosial anak kita.  Karena kita lebih fokus melihat seberapa banyak likes dan komen yang menghiasi postingan status kita.  Jadilah orangtua yang bijak dalam memanfaatkan teknologi Moms.  Jangan sampai ada niatan dari anak-anak Mommy untuk lari dari rumah apalagi mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.