Hola Mommies!

Sebenarnya belum ada (atau saya kurang jeli mencari?!) teori yang menyatakan mana yang lebih baik atau lebih buruk antara TV dan Gadget. Jadi ini berdasarkan pemahaman dan pengalaman saya saja ya. Yang saya tahu bahwa baik TV maupun gadget bisa tetap memiliki manfaat apabila penggunaannya dengan pendampingan penuh terutama bagi anak usia dini. 

Maksudnya, saat menggunakan TV atau gadget anak hanya berinteraksi 1 arah, sedangkan yang dibutuhkan untuk menstimulus perkembangannya adalah interaksi 2 arah. Penggunaan TV dan gadget ini bisa dijadikan 2 arah jika saat menggunakannya, orangtua tetap berinteraksi dengan anak. Misal anak menonton adegan sekelompok anak bermain bersama, kita bisa bantu dengan membahas "seru ya nak main sama teman, tuh lihat semuanya tertawa, memang lebih seru kalau punya mainan dimainkan bersama ya bergiliran mainnya bergantian". Ini kita sedang mengajarkan cara bersosialisasi. Atau adegan yang kurang baik (walaupun sudah dipilih tayangan khusus anak tetap ada yang kurang baik loh 1-2 adegan) misal adegan anak jatuh lalu temannya tertawa, disini bisa kita bantu dengan jelaskan "kasihan ya nak dia jatuh, kalau Raline lihat teman jatuh harusnya gimana ya nak?". Lalu kita minta anak untuk merespon. Ini yang dimaksud butuh pendampingan dan interaksi agar bisa menjadi 2 arah.


Image Source: shutterstock.com

Berdasarkan pengalaman saya, hal diatas lebih sulit dijalankan saat anak menggunakan gadget. Saya memang punya pertimbangan sendiri untuk memberikan TV kepada Raline (lebih jelasnya bisa baca DISINI), Tapi belum mengizinkan untuk menggunakan gadget. 


Image Source: gadgetsandtech.net

Bukannya belum pernah sama sekali, pernah kok dicoba dikasi gadget oleh ayahnya saat usia mendekati 2 tahun. Saat itu ada HP lama yang tidak terpakai, oleh ayahnya diisi hanya 2 video dan tanpa akses internet. Video elmo dan barney. Tujuannya untuk selingan sesekali. Saya sih tidak masalah. Tapi begitu Raline dikasi HP itu, dia jadi 'nagih' dan fokusnya hanya tertuju ke video di HP. Makluuummm ABG baru punya HP hahahaha. Dipanggil juga tidak menyahut. Padahal biasanya Raline responsif sekali. Saya juga sulit untuk ikut gabung nonton. Raline seperti 'iiihh memi geser doongg sanaan'. Mungkin karena layar yang jauh lebih kecil dari TV, jarak yang jauh lebih dekat dengan mata jadi membuat lebih sulit untuk interaksi 2 arah. Terpaku sekali dengan HP. 


Image Source: amazonaws.com

Lalu sayapun terbuai keenakan melihat anak yang sangat anteng main HP. Suatu saat acara keluarga, Raline minta HPnya dibawa "bawa ya mi encon (handphone) yayin, jangan yupa (lupa)". LOH LOH LOH kok jadi gini? Acara keluarga ya saatnya main sama sepupu-sepupu dong, seperti biasanya. 

Jadi kira-kira hanya 2 minggu lamanya Raline sempat punya HP yang isinya hanya 2 video itu. Di usia mendekati 2 tahun. Sudah terbayang kalau video ditambah lebih banyak atau diberi akses internet di ENCONnya akan seperti apa.


Image Source: 123rf.com

Jadi untuk saat ini saya lebih memilih TV dulu saja. Mungkin bagi orangtua lainnya yang punya kontrol diri lebih baik dari saya tetap bisa memberikan gadget dengan batasan, pengawasan, dan pendampingan yang sesuai. Kalau saya, khawatirnya kurang punya kontrol lalu akan terbuai keenakan lagi melihat anak yang sangat anteng dengan HP.

Catch up later on my next post :)