Hola Mommies!

Mommies punya jadwal 'jatah' nonton TV untuk anak gak? Kalau saya kasi 'jatah' Raline nonton itu biasanya sekitar 2-3 kali sehari dan sebentar saja (1-2 tayangan). Banyak ya mom jatahnya? Hehehe. 

Apakah selalu seperti ini? Ohhh tentu tidaakk~~

Dulu.. DULU waktu usianya baru beberapa bulan saya BERNIAT untuk tidak memberi gadget atau TV sama sekali (niatnya mau sampai usia 5 tahun). Saat itu baru jadi seorang ibu, idealisme tingkat tinggi hahaha. Tapi saat usianya mendekati 2 tahun saya menyerah dengan TV. Alasannya sepele: Memi Butuh Selonjoran.


Image Source: fotolia.com

Saat itu Raline semakin aktif, jam tidur semakin berkurang, ide membuat permainan semakin menipis, dan Raline seperti 'nagih' main tiap saat. Ya memang seperti ini sih sewajarnya seorang anak bermain dan bermain. Akhirnya saya nyalakan TV dan ajak Raline nonton. Saat itu tayangan Hi5 yang pertama kali Raline tonton. 

Namun, bukan sekedar karena ingin selonjoran lalu saya beri Raline jatah nonton, tapi karena ada beberapa pertimbangan lainnya yang membuat saya 'melunak'. Melunak atau nyerah sama TV nih?


Image Source: parents.com

American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar tidak menonton TV sebelum usia 2 tahun. Raline sedikit lebih cepat memulai nonton TV sekitar usia 1 tahun 8 bulan. Tentunya kita tahu apa saja dampak negatifnya bagi anak yang terlalu sering menonton TV sejak dini. Ini yang membuat saya lebih berhati-hati.

Pertimbangan saya yang Pertama: Perkembangan Bahasa
Pasti mommies sudah sering dengar kalau terlalu sering menonton TV bisa menjadi salah 1 faktor yang menghambat perkembangan bicara anak. Untuk menghindari hal ini, saya tidak/belum memberikan TV ke Raline sebelum dia lancar bicara dan mampu komunikasi 2 arah dengan baik. Duuhh banyak amat syaratnya mau nonton TV ajaaaa. Alhamdulillah di usia 13 bulan Raline sudah bisa membuat kalimat sederhana dari minimal 2-3 kata, juga komunikasi 2 arahnya sudah cukup baik, jadi saya lebih percaya diri untuk memberi TV di usia sekitar 1 tahun 8 bulan. Untuk panduan perkembangan bahasa bisa dilihat di tabel dibawah ini.


Image Source: Life-Span Development, 2015, John W. Santrock. Untuk tabel perkembangan lainnya bisa dibaca DISINI.

Pertimbangan Kedua: Atensi/Konsentrasi
TV atau video game atau sejenisnya merupakan stimulus yang sangat kuat bagi anak sehingga anak bisa memusatkan perhatian penuh ke TV dibandingkan dengan kegiatan lainnya. Bahayanya, kegiatan lain (misal bersosialisasi) menjadi membosankan bagi anak karena stimulusnya bersifat lebih lemah. Anak juga menjadi sulit untuk mempertahankan perhatian.
Sebelum memberi TV ke Raline saya pastikan dulu kalau Raline tidak memiliki masalah dengan atensi/konsentrasi. Caranya saya beri Raline instruksi serangkai (3-4) dalam 1 kali pengucapan. Misal: "nak tolong ambilkan tisu, lap lantai yang ketumpahan air, lalu tisunya buang ke tong sampah yang ada di dapur". Usia 13 bulan Raline bisa mengerjakan 2 instruksi dalam 1 pengucapan, usia 18 bulan bisa mengerjakan 3-4 instruksi dalam 1 pengucapan. Memi hafal banget nih? Iya, saya catat di jurnalnya hahaha. Nah, karena menurut saya tidak ada masalah, boleh deh nonton. Tapi ini perlu terus dipantau karena yang tadinya baik-baik saja bisa jadi bermasalah.

Pertimbangan-pertimbangan ini menurut saya penting selain pemilihan konten tayangan dan pendampingan saat menonton. Sejauh ini juga pilihan saya hanya TV, tidak/belum untuk HP atau gadget lainnya. Tulisan selanjutnya saya cerita ya kenapa saya lebih memilih TV dibanding lainnya. Mungkin mommies punya pertimbangan lainnya? Mau dong share disini.

Peluk Cium,
Memi Yang Menyerah Dengan TV.



Image Source: i.pinimg.com

Catch up later on my next post :)