Kini hampir memasuki dua tahun anak pertamaku menjadi seorang kakak untuk adik perempuannya. Masih teringat masa-masa dimana hari pertama saat kelahiran adiknya, satu tahun kemudian hingga sekarang semua tak berjalan mulus seperti kekompakan kakak adik pada iklan tv 😂

Ada kalanya ia menjadi seorang kakak lelaki yang manis, dan penolong bagi adiknya. Namun ada waktu di kala ia menjadi kakak yang super manja sehingga saya kehabisan akal dan seperti tak mengenal wataknya sama sekali. 





Saya pun mencoba mengobservasi tingkah lakunya dan mencari penyebab apa yang membuat ia seperti itu. Akhirnya saya pun menyadari bahwa ia membutuhkan "kehadiran" saya lebih dalam untuk memahami emosinya. Ia ingin didengarkan lebih banyak, ingin dihargai betul setiap pilihan nya, memiliki teritorial mainan, buku, camilan sendiri tanpa ganggu gugat 😄 dan yang terakhir nampaknya saya perlu menjadwalkan rutin mom n son date bersamanya.




Saya mencoba mengingat kembali pengalaman saya menjadi seorang kakak perempuan 18 tahun yang lalu. Dulu saya ingin menjadi seorang kakak yang didengarkan keluhannya, tanpa perlu harus mengalah setiap hari 😄 ternyata saya pun sama seperti anakku.

Banyak sekali hal yang diharapkan dari perilaku sang kakak oleh orang tuanya. Karena kakak memiliki peran yang penting sebagai role model bagi adiknya, sebagai orang tua kedua bagi sang adik kelak. Tak mudah memang, namun ini akan menjadi perjalanan emosional yang menarik untuk saling belajar bagi orang tua kakak dan adiknya 😊


With love,


Elvira Chaerunnisa 💞