Menjadi seorang wanita itu dalam setiap hal nya penuh tantangan, pembelajaran, secara alamiah kita dituntut untuk menjadi pribadi yang lembut,  ada sifat keibuan, multitasking, bisa dalam semua hal yang diajarkan ataupun tidak, dalam pendidikan formal maupun non formal, wanita akan menjadi sosok istri, ibu rumah tangga only, ibu pekerja, ART, guru, chef untuk suami dan anaknya,dan masih banyak lagi dengan tugasnya yang segudang.

Mah, anak wanitamu ini yang dulu masih kecil dipanggil dede, sejak 3 tahun lalu sudah merasakan menjadi seorang istri dan tahun ini sekaligus ibu.





Sekarang aku sudah tau apa yang mamah rasakan dulu, bagaimana rasanya setelah menikah dibawa oleh suami jauh dari orang tua, yang kalau kangen cuma bisa nelpon dan nangis sendirian atau nangis berduaan di telpon sama mamah, amat susah untuk bisa pulang dan berkunjung ke mamah dengan segala situasi dan kondisinya. Padahal cuma menempuh 150km.
Setelah menikah tidak bekerja hanya menjadi ibu rumah tangga, yang terbiasa dandan cantik setiap hari ke kantor dan sekarang dasteran tiap hari dirumah tanpa makeup.

Setelah menjadi istri, tau rasanya harus bersikap dan berhadapan dengan sifat sifat suami dan keluarga besarnya.
Setelah menjadi istri, lebih memprioritaskan makanan yang enak hanya untuk suaminya, karena kita perempuan terbiasa makan dengan apa saja dibanding laki laki. Yang penting makan.
Setelah menjadi istri, belajar mengalah dan bersabar terhadap suami.
Setelah hamil tau bagaimana rasanya melahirkan, antara hidup dan mati, walaupun aku melahirkan dengan cara induksi dulu lalu caesar, tapi cukup merasakan terharunya perjuangan menjadi seorang ibu.

Setelah menjadi ibu, tau betapa sangat mencintai anaknya melebihi apapun.
Setelah menjadi ibu, bisa merasakan bahagianya atau sedihnya sang anak, biar ibu aja yang merasakan sakit dan sedihnya.
Setelah menjadi ibu, rasanya ingin memperjuangkan semua hal demi anaknya.
Setelah menjadi ibu, ingin selalu melakukan yang terbaik untuk anaknya.
Setelah menjadi ibu, lebih mengurangi pembelanjaan yang gak penting dan semua yang dibeli hanyalah untuk anak.

Setelah menjadi ibu, aku hampir tidak ada me time, jarang mempercantik diri dan merawat diri. Tapi kalau mamah paling rajin merawat dirinya. Karena ini asset wanita katanya. 
Setelah menjadi ibu, badan gak karuan, bekas luka operasi, dan goretan dimana mana. Tapi mamah juga paling hebat dalam hal ini mamah 100% aman .hehe
Setelah menjadi ibu, kita gak makan pun gak apa" yang penting suami dan anak kita makan enak.
Setelah menjadi ibu, waktu rasanya cepat sekali, sedangkan pekerjaan masih menumpuk.
Setelah menjadi ibu, mandi, ke toilet, dan makan pun ditungguin anak, ditunda sampai anak tenang. Sehari mandi 1x sudah bagus, ke toilet jadi tidak setiap hari karena tidak ada waktu yang pas, makan/masak tidak bisa menikmati karena anak sudah nangis.
Setelah menjadi ibu, semua waktu jiwa raga tercurahkan untuk keluarganya.

Semuanya fokus hanya pada anak. Alhamdulillah memang jadi lebih berkurang pertengkaran dalam rumah tangga sejauh ini ya, gak menutupi pasti ada saja pertengkaran dalam rumah tangga ya mah, tapi setelah hadirnya anak, gak terpikirkan untuk mikirin yang aneh aneh, selama suami nya benar dan baik.
Kalaupun terjadi hal hal yang gak diinginkan, pasti kaya mamah ya mah,mempertahankan rumah tangganya hanya demi anaknya, setidaknya sampai anak anaknya bekerja dan anak perempuannya ini menikah. Lalu selesai sudah tugas sebagai orang tua.

Mah, aku juga tau bagaimana rasa capeknya bekerja dirumah, pekerjaan rumah yang gak habis habis, dimulai dari pagi hingga malam hari. Mamah yang selalu bangun subuh, jam 6 pagi makanan sudah ready di meja, memastikan semua anaknya dan suaminya harus sarapan sebelum berangkat, dan rumah sudah rapih, mamah yang mengajarkan aku untuk jadi pribadi yang mandiri. Semua dikerjakan sendiri dan mamah adalah superwoman nya aku. 

Bangun beres beres, masak, mandiin anak, nyuapin anak, siapin baju suami, jadi sopir pribadi anter jemput anak/suami, mamah juga sering ke pasar, ngelonin anak, menyusui anak, cuci baju setrika, melayani suami, menemani anak main dan tidur, mengajari anak (nantinya), banyak ya mah pekerjaan rumahnya.



Tapi sayang ya mah, kenapa ibu rumah tangga biasa seringnya dipandang sebelah mata? Bahkan kadang oleh suami sendiri. Mamah adalah wanita yang kuat dalam setiap cobaan yang datang. 
Untungnya sekarang aku dan menantu mamah ini bisa berbagi tugas, dan belajar menghargai pekerjaan masing masing.

Mamah seharusnya dapet penghargaan, ibu yang terbaik, ibu yang pintar, rajin dan cantik. Kita anak anaknya sangat tahu memang sifat mamah seperti apa, walaupun kita semua pasti ada kalanya cekcok, tapi aku yakin mah, aku, aa dan ade juga pasti sangat sayang dan lihat semua pengorbanan mamah.





Kita anak mamah bisa mengambil sisi positifnya mamah, untuk keluarga baru kita.

Walaupun di hari tua nya mamah sendirian dirumah hanya bersama ade sekarang ini, tapi kita semua sayang banget sama mamah. Kita pasti ingin selalu kumpul sama mamah. Selalu. Kalau dapat kabar mamah sakit atau jatoh seperti kemarin, rasanya ingin terbang ke Bandung, sedih belum bisa merawat mamah.

Walaupun kita belum bisa bahagiain mamah, tapi kita juga berusaha mah untuk bisa membantu dan bahagiain mamah. Semua anak aku rasa seperti itu mah, selalu ingin kasih yang terbaik juga untuk ibunya ini, doa mamah yang selalu mujarab juga untuk anak anaknya.

Semua yang aku tulis ini benar aku rasain mah, semua terlihatnya seperti "yang pahit dan capeknya sebagai ibu" ya mah? Tapi dibalik semua ini, aku yakin mamah juga bahagia dan bersyukur punya kita, kita pun bersyukur punya mamah , gak ada kata yang bisa menggantikannya dan menulis arti sebenarnya mamah itu seperti apa, bersyukur atas doa yang selama ini kita pinta yaitu mendapatkan keluarga yang sakinah mawadah warohmah, dikaruniai anak anak yang sholeh sholehah, diberi kesehatan dan umur panjang, bersyukur kami bisa  mengawali hal baru dengan keluarga kami, ditambah aku juga jadi punya 4 mamah, aku selalu bilang sama menantu mamah ini, untuk belajar menjadi istri dan ibu yang baik dengan mengambil sifat positif dari mamah, mama mertuaku dan mamah mamah dari kakak iparku.

Kebetulan sifatnya memang berbeda semua jadi aku bisa merasakan 4 pribadi para mamahku ini yang amat melengkapi.




Terimakasih mah ❤❤❤ luv u all, doaku semoga mamah selalu sehat disana, diberi umur panjang, selalu dalam lindunganNya,  bahagia dan sejahtera, rejeki yang barokah. Aamiin yra.