Menyapih adalah salah satu proses yang harus dilalui para Ibu dalam mengasuh anak, proses ini bisa berarti sang anak berhenti menyusu pada ibunya atau bisa juga sebaliknya, sang ibu yang berhenti menyusui anaknya. Bagaimana pun prosesnya, menyapih adalah suatu proses sakral yang menandakan bahwa si bayi sudah siap beralih dari zona nyamannya ke zona baru yang berbeda.

Menyusu sendiri memiliki fungsi yang sangat luas bagi seorang bayi, tidak hanya menjadi salah satu proses agar dia memperoleh asupan makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuhnya, tetapi dengan menyusu secara langsung kepada Ibunya, kebutuhan emosi bayi pun menjadi terpenuhi dengan baik. Oleh karena itu, saking kuatnya ikatan emosi antara bayi dan proses menyusui, tak jarang membuat proses menyapih atau menghentikan proses menyusui pada bayi menjadi penuh cerita dan tantangan tersendiri.


https://uploads1.bundoo.com/wp-content/uploads/2015/12/Hand-expressing-breast-milk-800x500.jpg

Sebelum era weaning with love alias WWL hadir di hadapan para Ibu digital masa kini, menyapih biasanya dilakukan dengan cara-cara tradisional seperti mengoles brotowali pada aera aerola payudara agar saat si bayi merasa pahit saat menempelkan mulutnya di payudara sampai ada yang datang ke Pak Haji di kampung agar proses menyapih bayi tidak berjalan dengan penuh drama. Sebenarnya cara apapun sah dilakukan asal tidak merugikan secara kesehatan, tapi kalau ada cara yang bisa dilakukan tanpa drama kenapa memilih cara lain?


http://volganga.com/wordpress/wp-content/uploads/2015/02/smiling_baby_10.jpg

Di era digital seperti sekarang, perkembangan pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak bisa dengan mudah kita dapatkan dimana saja. Hal ini juga berlaku untuk proses menyapih pada anak, ada beberapa tips yang dapat dilakukan para Ibu agar dapat melalui proses menyapih tanpa perlu drama-drama yang menguras energi (cukup drama GTM saja yang membuat pening kepala Ibu-Ibu, lol). Yuk, simak tips menyapih tanpa drama berikut ini:

1. Siapkan Mental Anda Sebagai Seorang Ibu
Jangan dikira bahwa proses menyapih hanya akan terasa berat bagi sang anak, justru seringnya para Ibu lah yang kaget dan tidak siap menghentikan proses menyusui pada anak. Untuk itu yakinkan diri kita bahwa kita sudah siap melakukan proses ini agar anak ikut merasakan kesiapan Ibunya dalam proses menyapih.

2. Pastikan Anak Sudah Siap Untuk Disapih
Menyapih adalah proses yang harus dilakukan oleh Ibu dan anak secara bersama-sama, apabila kita hendak menyapih karena anak kita sudah masuk usia 2 tahun, dimana usia ini adalah usia ideal bagi seorang anak untuk disapih. Pastikan jauh hari sebelum anak kita menginjak usia 2 tahun, kita sudah sounding padanya bahwa pada usia 2 tahun si anak sudah besar dan harus berhenti menyusu pada Ibunya.

3. Jika Menyapih Adalah Sebuah Pilihan Mendadak
Proses menyapih bisa saja dilakukan di luar rencana, hamil lagi sebelum anak kita berusia 2 tahun adalah salah satu alasan para Ibu menyapih anak sebelum waktunya. Apabila hal ini terjadi pada anda, pastikan berkonsultasi terlebih dahulu pada Dokter untuk menentukan cara terbaik menyapih yang harus anda lakukan. Apakah dengan mengenalkan susu UHT terlebih dulu sambil mengurangi intensitas menyusui, atau berhenti menyusui secara langsung?

4. Minta Dukungan Pasangan
Menyapih bisa menjadi proses yang dipenuhi dengan tangisan dan kerewelan anak, hal ini sangat wajar mengingat anak diminta untuk keluar dari zona nyamannya. Disini lah peran pasangan menjadi sangat penting, ketika anak menjadi rewel jangan sampai anda kehabisan stok sabar dan menyerah dengan menyusui si anak kembali agar dia berhenti rewel. Minta pasangan kita untuk mengasuh anak anda secara bergantian supaya kerewelannya teralihkan dan kita pun punya waktu untuk menenangkan diri.

5. Yakin Bahwa Proses Ini Untuk Kebaikan
Satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam setiap proses mengasuh anak adalah, kita sebagai orang tua harus yakin bahwa setiap hal yang kita lakukan adalh untuk kebaikan anak. Dengan demikian kita punya amunisi untuk konsisten melakukan hal yang kita yakini benar untuk anak kita.