1. Nyeri Ligamen Bulat

Saat rahim mengembang, ligamen bulat (dua ligamen besar yang bergerak dari depan rahim menuju selangkangan) melengkung, sehingga menyebabkan kram perut bagian bawah. Rasa sakit mungkin menusuk tajam saat Moms bergerak tiba-tiba atau berganti posisi. Gejala ini biasanya hilang setelah beberapa lama dan tidak menimbulkan kekhawatiran.


2. Gas dan Sembelit
Dua keluhan umum ini selama kehamilan disebabkan karena meningkatnya kadar progesteron. Saat progesteron meningkat, kerja saluran pencernaan melambat sehingga menyebabkan konstipasi dan pembentukan gas. Cobalah banyak minum air putih, mengonsumsi makanan tinggi serat dan berolahraga teratur untuk mengatasi konstipasi atau sembelit ini. 
 

source: http://www.thehealthsite.com


 

3. Braxton-Hicks

Braxton-Hicks berupa kontraksi ringan yang sering disebut sebagai kontraksi palsu. Saat merasakan Braxton-Hicks, Moms akan merasakan tekanan kuat pada otot perut yang mirip dengan kontraksi yang sebenarnya. Tidak seperti kontraksi yang sebenarnya, Braxton-Hicks tidak progresif, dan akan berhenti sendiri setelah Moms mengubah posisi. 


4. Pertumbuhan Rahim
Seiring dengan bertumbuhnya janin, maka rahim juga akan ikut membesar. Saat rahim membesar, maka akan terjadi pembengkakan dalam perut atau distensi abdomen. Untuk mengatasi hal ini, Moms perlu sering makan dengan porsi sedikit, berolahraga dan istirahat secara teratur. 

 

source: http://www.parents.com


 

baca juga

5. Nyeri Orgasme

Kram selama dan setelah orgasme cukup umum terjadi pada awal kehamilan. Tidak ada yang perlu Moms khawatirkan karena kram ringan dan singkat. Nyeri perut terutama disebabkan oleh kontraksi normal atau peningkatan aliran darah ke daerah pelvis.


6. Ketidaknyamanan Umum
Terlepas dari penyebab yang tidak berbahaya yang telah dijabarkan di atas, gangguan perut selama hamil juga disebabkan oleh virus perut, fibroid, batu ginjal dan ketidakcocokan terhadap makanan tertentu. 
 

source: https://www.thebump.com