1. Tidak Memengaruhi ASI

Salah satu pertimbangan ibu menyusui dalam memilih alat kontrasepsi adalah apakah alat itu memengaruhi produksi ASI atau tidak. Nah, KB spiral yang ditanam di dalam rahim adalah alat kontrasepsi yang tidak menurunkan produksi ASI, sehingga si bayi tetap dapat menyusui dengan baik. 


2. Pemakaian Jangka Panjang
Dengan pemakain KB spiral, Moms tidak perlu repot lepas-pasang setiap hari karena dapat dipakai dalam waktu jangka panjang.  Untuk satu kali pemakaian, lama penggunaan alat ini adalah 5 sampai 10 tahun sebelum kemudian digantikan dengan alat yang baru. Tidak seperti alat kontrasepsi yang lain, misanya pil KB yang harus dikonsumsi setiap hari. 
 

source: https://foodandnutrition.org

3. Efektivitas Mencegah Kehamilan Lebih dari 90 Persen

Dibanding alat KB yang lain, spiral termasuk yang sangat efektif mencegah kehamilan. Bahkan efektivitasnya lebih dari 90 persen, atau kegagalannya hanya sekitar 0,6-0,8 kehamilan/100 perempuan dalam 1 tahun pertama atau 1 kegagalan dalam 125-170 kehamilan. Hal ini sudah dibuktikan lho, Moms jadi jangan ragu lagi ya! 


4. Tidak Memengaruhi Hubungan Seksual
Banyak ibu mengeluhkan apabila beberapa metode kontrasepsi dapat memengaruhi hubungan intim dengan suami, misalnya merasakan ketidaknyamanan. Namun, dengan KB spiral ternyata tidak memengaruhi hubungan seksual dan meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut hamil. 
 

source: https://www.popsugar.com
baca juga

5. Mencegah Kehamilan Ektopik

Dari segi kesehatan, kelebihan KB spiral adalah dapat mencegah terjadinya kehamilan ektopik pada kehamilan berikutnya. Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di mana embrio berkembang di luar rahim. Biasanya ditandai dengan nyeri perut (abdominal pain) pada satu sisi disertai dengan atau tanpa perdarahan.


6. Dapat Dipasang Kapan Saja
KB spiral juga praktis dan dapat dipasang kapan Moms merasa siap. Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus dengan catatan tidak terjadi infeksi. Selain itu dapat digunakan sampai menopause (1 tahun lebih atau setelah haid terakhir). 

source: https://www.livestrong.com