1. Kelahiran Prematur 

Rasa stres yang tidak terkendali dan dibiarkan terus menerus dapat memengaruhi plasenta ibu hamil. Nah, tugas plasenta ini meningkatkan produksi hormon pelepas kortikotropin (CRH), dimana hormon ini bertindak untuk mengatur durasi kehamilan. Jika kadar hormon tersebut yang lebih tinggi dari seharusnya, maka dapat mempercepat durasi kehamilan yang meningkatkan risiko bayi lahir prematur. Untuk mengatasinya moms sebaiknya berbagi masalah atau kondisi bersama suami agar bisa diselesaikan secara bersama-sama. 

source: https://theasianparent.com

2. Tumbuh Kembang Otak Bayi Terganggu

Sebuah penelitian yang dilakukan Journal Endocrinology Clinical bahwa ibu hamil yang mengalami stres berlebihan saat hamil dapat mengganggu perkembangan otak dan perkembangan prilakunya. Jika ibu hamil mengalami stres maka akan menganggu tumbuh kembang otak janin di usia kehamilan 17 minggu. Hal ini disebabkan menurunnya aliran darah ke rahim yang dapat secara signifikan memengaruhi tumbuh kembang janin.

source: http://www.thelifeinstitute.net
baca juga

3. Berat Badan Bayi Kurang

Saat hamil moms wajib menjaga kstabilan psikologis dan harus menjauh dari rasa khawatir atau stres. Karena kondisi stres dan mental yang buruk dapat menghambat sistem metabolisme pada ibu hamil. Nah, sistem yang terhambat tersebut sangat berpengaruh pada perkembangan janin, sehingga bayi sulit untuk menyerap nutrisi dalam makanan. Hal ini bisa menyebabkan pertumbuhan badan bayi menjadi lambat. Sehingga akibatnya adalah saat lahir berat badan bayi akan jauh dari berat normal. 

source: https://coloradoan.com

4. Meningkatkan Resiko Alergi Pada Janin

Sebuah penelitian menyatakan bahwa stres yang dialami ibu ketika hamil akan menyebabkan risiko alergi pada bayi kelak. Hal ini disebabkan saat stres, janin akan menyerap hormon kortisol yang diproduksi oleh ibu sewaktu mengalami stres. Nah, maka bayi dengan tingkat kadar hormon kortisol yang tinggi akan memiliki resiko lebih besar mengidap alergi dibandingkan bayi dengan kadar hormon kortisol yang rendah. Ada baiknya moms mengontrol rasa stres dan curhat dengan suami bagaimana cara menyelesaikannya agar tidak berdampak buruk bagi janin.

source: https://dedaunan.com