Di musim hujan gini kadang suka kesel karena kadang enggak bisa ngajak main anak di outdoor playground. Dan akhirnya ya mainnya di mall lagi.. di mall lagi. Tapi jangan salah, ternyata jalan - jalan ke mall itu bisa dijadikan pembelajaran untuk anak. Cari tahu yuk moms!

Di Bandung ini kalo weekend jalanan pasti macet, apalagi kalo mau jalan-jalan ke tempat wisata alam kayak di Lembang gitu pasti akhirnya lama di jalan apalagi sekarang yang setiap sore pasti hujan, bisa-bisa udah macet-macetan di jalan eh pas nyampe ga bisa main karena hujan. Jadi pasti akhirnya hampir tiap pekan kita pilih jalan-jalan ke mall,mau itu tujuannya buat belanja, ngajak anak main, atau sekedar makan. Tapi ternyata dari beberapa artikel, jalan-jalan ke mall juga bisa dijadikan sebagai media pembelajaran anak loh.

1. Belajar Bersosialisasi
Di mall, apalagi mall yang besar pasti kita bertemu banyak sekali orang dari ras, suku bahkan bangsa yang berbeda-beda. Dari sini anak bisa  mulai belajar mengenal keragaman. Selain itu anak juga bisa diajarkan untuk berinteraksi dengan penjaga toko, ajarkan anak untuk bertanya mengenai barang yang diinginkannya.

2. Belajar Mengenal Profesi
Ketika kita berada di mall banyak sekali jenis profesi yang bisa kita tunjukkan kepada anak. Misalnya saat kita berada di restoran anak bisa mengenal Koki dan Pramusaji. Atau saat ke toko kita bisa mengenalkan pramuniaga dan kasir, dan banyak lainnya.

3. Belajar mengantri dan membayar
Saat kita akan membayar barang belanjaan atau mainan si kecil, ajak anak untuk ikut mengantri dengan demikian anak bisa belajar budaya antri. dan ketika membayar anak akan belajar cara bertransaksi, jika anak sudah di usia sekolah ini juga bisa sekaligus mengajarkan nilai mata uang dan kemampuan berhitungnya (tentunya jika pembayarannya menggunakan uang cash ya moms, beda lagi kalo pembayarannya menggunakan kartu hehe..)


Image source : www.dreamstime.com/photos-images/woman-supermarket-her-son.html

4. Mengenal bentuk dan Menghitung jumlah benda
Ketika kita mengajak anak ke supermarket untuk belanja keperluan rumah, kita bisa sekaligus belajar mengenalkan bentuk benda seperti botol kaleng minuman yang bentuknya bulat,atau tempat susu yang bentuknya kotak dan banyak lagi barang lainnya. kita juga bisa meminta anak untuk berhitung, misalkan ketika kita meminta untuk memasukan berapa banyak kotak susunya ke dalam keranjang belanjaan.

5. Memacu aktivitas fisik
Tentu saja saat ini hampir di setiap mall pasti membuka playground dan arena edukasi,di mana anak dapat bermain untuk mengolah kemampuan motoriknya, ataupun mengasah bakat seperti menggambar, mewarnai dan bermain bentuk.Selain itu anak juga dapat dibiarkan mengeksplorasi lingkungan mall dengan membiarkan mereka berjalan sendiri tanpa stroller, mencari barang dari satu rak display ke dispaly lainnya namun pastinya harus dalam pengawasan kita ya moms.Jadi, dibandingkan di rumah menonton televisi, mall masih lebih baik karena memungkinkan anak untuk tetap bergerak.


Akar kadang suka pengen 'nyeker' kalo diajak ke mall,  emangnya dipikir kayak rumah sendiri kali ya :p ( foto pribadi)

Dari beberapa manfaat tadi, pasti ada ketakutan orang tua seperti saya  kalau anaknya akan kecanduan ke mall yang akhirnya bisa bersifat konsumtif.

Menurut seorang praktisi pendidikan anak, "konsumtif tidaknya anak tergantung dari siapa yang mengajarkan." Jadi, kita bisa mulai mengajarkan pada anak kalau dia menginginkan suatu benda kita harus menabung terlebih dahulu. Atau bisa diantisipasi dengan membuat kesepakatan terlebih dahulu sebelum berangkat ke mall, kita bisa menjelaskan tujuan kita pergi ke mall akan ke mana, dan apa saja yang akan dibeli.

Nah, jadi lebih semangat untuk mengajak anak jalan-jalan ke mall kan moms? ngajak anak belajar sambil main, sekalian ibunya bisa cuci mata. Artikelnya boleh di share ke suami loohh.. jadi siapa tau ada yang mau sekalian bayarin memfasilitasi ibuk untuk belanja :p


http://m.harianjogja.com/baca/2017/06/19/meme-terbaru-jelang-lebaran-para-suami-berbaris-nungguin-istri-belanja-826840