Tulisan sebelumnya berangkat dari kegalauan dan kegundahan saya saat memutuskan untuk menjadi working Mom.  Tulisan ini berlatar situasi dimana saya sebelumnya adalah Full-time Mom Yang memutuskan menjadi working Mom.

Tentunya ada alasan kenapa saya menjadi working mom, karena sesuatu hal dari  hal -hal lainnya terkait profesi saya yang diatur oleh pemerintah. Dimana berat bagi saya karena hati saya forever 'full-time mom' :') TAPI hidup itu isinya MEMILIH. Keputusan harus diambil. Keputusan ini harus diiringi dengan senyuman tiap harinya :) *sambil nyemangatin diri sendiri*.

Berharap dengan Pengalaman-pengalaman saya yang lalu bisa menjadi second opinion untuk mommies semua yang juga sedang galau :D

1. Nitipin anak ke siapa ya?
Kalo bisa bawa anak kita ke tempat kerja kita sih gak masalah ya, Mom. Kalo gak bisa? Ini dia masalahnya, hehe.
Untuk Nitipin anak juga gak sembarangan ya, Mom. 90 % hati ini galaunya sama hal yang ini nih. MUlai galau sama nanti kalo ditinggal makannya gimana, kalo nangis kejer bisa anteng gak. Dengan begitu butuh sesorang yang handal menangani kebutuhan anak kita sesuai umurnya mom.

a. Daycare
Opsi Nitipin anak ke Daycare pasti langsung terlintas di pikiran kita, mom. Daycare adalah salah satu solusi menitipkan anak tanpa harus merepotkan orang lain ya, hehe, tapi tetap saja ada galaunya untuk menentukan daycare yang cocok. Kalau konsep daycare itu ada harga ada kualitas. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilijh Daycare itu:
1). Kualitas dan kuantitas pengasuh dan jumlah anak yang dititipkan
2) Kebersihan dan kenyamanan.
3) Kurikulum. Disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan mom , contohnya jika ingin yang berbahasa inggris atau dengan yang bahsa indonesia.
4) Biaya.
 
jadi semakin mahal biasanya semakin nyaman. Namun tentunya balik lagi ke hati mom cocok yang mana dan disesuaikan dengan budget yang ada pastinya.
           
b.Menyewa Nanny
Opsi ini tentunya pasti terlintas di benak kita, mom. Menyewa Nanny untuk menjaga anak kita tentunya juga bukan hal yang mudah. Mencari Nanny melalui Yayasan atau kenalan kita bisa menjadi solusi. Tetapi teteuup Mom, perlu kita antisipasi kekurangan-kekurangannya jika kita menyewa Nanny. Beberapa diantaranya:
 
1) Kurangnya privasi
Yang biasanya tinggal bertiga dengan suami dan anak, kini harus tinggal Bersama orang lain (non-keluarga) yang akan mengetahui isi kulkas hingga keseharian kita seperti apa Mom :D bukan tidak mudah membiasakan diri, bagi yang tidak biasa ya harus membiasakan diri. Sebenernya enak yang Pulang Pergi Mom, tidak terlalu mengganggu privasi kita mom, hehe

2) Sulit untuk Mencari pengganti
Nah, ini yang pernah saya alamin Mom. sekalinya keluar secara tiba-tiba atau tanpa pemberitahuan sebelumnya emang paling ngeselin, ya Mom:’( Setelahnya kita yang kerepotan, sibuk kesana-siniuntuk mencari penggantinya. Solusinya sih Mom, sejak awal-awal Nanny menunjukan gelagat-gelagat yang aneh atau tidak biasa (seperti menghindar, dll) Mom harus tanyakan apa ada hal yang menganggu dia, jika sudah ditanyakan tetapi masih menujukan gelagat yang tidak biasa, ya siap-siap Mom persiapkan cadangan Nanny (mulai tanya-tanya gitu mom ke teman-temanatau keluarga Mom) :D
 
3) Kurangnya pergaulan anak
Beberapa Nanny memang ada yang gak biasa bawa main anak kita keluar rumah, tapi untuk sebagian mommies juga memiliki rules sendiri untuk tidak membawa anaknya jalan-jalan keluar rumah. Yaa tergantung prinsip masing-masing mommies yah hehe :D
 
c. Menitipkan ke Nenek-Kakeknya.
Ini sih opsi terakhir kalo buat saya mom yang pada akhirnya memang saya lakukan , hehe. Kalau memang urgent dan tidak ada pilihan lain, asal nenek-kakeknya bersedia ya eksekusi. Tapi eitssss, tunggu dulu...ada saja yang harus kita antisipasi ketika menitipkan anak kita ke nenek-kakeknya, yaitu:

1) Perbedaan pola asuh
Ini sering banget terjadi ya, mom? Contohnya aja salah satunya, tentang MPASI, ada aja Orang tua kita yang berpendapat memberikan mpasi itu boleh dari 4 bulan, padahal menurut WHO seiring berkembangnya zaman dan ilmu kesehatan, MPASI lebih baik diberikan ketika anak berumur 6 bulan, dan banyak perbedaan pendapat lainnya, ya mom. Kalau mengalami perbedaan pendapat seperti ini ada baiknya pada awalnya kita menerima pendapat orang tua kita, lalu pilah mana yang harus diikuti, mana yang tidak sesuai zamannya lagi, bagi yang tidak sesuai bisa kita tolak namun beri pengertian secara perlahan-lahan disertai buktinya, hehe Insya Allah luluh, Mom!

2) Debat dengan Nanny
Bila mommies memiliki Nanny tapi tetap ingin menitipkan anaknya ke Nenek-kekeknya, dari awal baiknya diberi pengertian masing-masing pihak baik orang tua kita maupun Nanny-nya agar situasi selalu damai sentosa tidak ada keributan melanda :D, Baiknya kita memberikan pengertian kepada Orang Tua kita  selama Nanny tersebut tidak melakukan hal yang tidak diinginkan biarkan nanny tersebut menjaga anak kita sesuai karakter penjagaannya, namun berikan pengertian bahwa orang tua kita tetap harus mengawasi Nanny.

3) Persiapkan Kebutuhan anak Secara Lengkap
Sebelum masuk kerja mom, baiknya Mom persiapkan kebutuhan anak kita mulai dari kebutuhan makanan pokok, cemilan, buah, baju, celana, popok, pampers, hingga mainannya. Ini paling pentiiing, mom :D menurutku. Karena dengan tersedianya kebutuhan anak kita, Nenek-kakeknya pun akan merasa aman dan tenang. Setiap malam setelah anak kita bobo atau sedang main dengan papa/kakek/neneknya, mom bisa lihat  di kulkas dapur bahan makanan apa yang harus dibeli untuk makan anak besok, lihat stok pampers, lihat stok cemilan, lihat stok sabun/samp mandi apakah masih ada atau sudah habis, dan lain-lainnya. Intinya untuk menitipkan anak kepada kakek neneknya..sebagai orang tua kita harus siap mental dan fisik. Orang tua kita juga manusia biasa yang umurnya sudah terpaut jauh dengan anak-anak kita. Perbedaan umur ini menimbulkan beberapa ‘gap’, salah satunya yang menimbulkan perbedaan pola asuh anak.  Jadi sebisa mungkin, ketika kita bisa mendengarkan beliau, kita dengarkan, terima masukannya dan keep smile :)

Kira-kira itu dulu Mom yang bisa saya share, semua yang saya tulis adalah pengalaman saya (jika ada salah kata dan terkesan menggurui, mohon maaaaf fan percayalahhh itu pembelajaran dari kesalahan yang pernah saya buat :*), hehe
mungkin Mom pernah ada yang sepengalaman dengan saya? share boleh yaaaaa di kolom komentar :) *cari temen*
Next post semga bisa share mengenai Working Mom Lyfe lainnya :) See you on next post!

(sumber foto : Google.com)