Tengkurap, berguling, duduk, merangkak, hingga akhirnya mulai berjalan. Itulah sedikit gambaran dari tumbuh kembang bayi. Hal ini mulai terjadi khususnya pada bayi umur 2 tahun, saat bayi sudah mulai melangkah dengan kuat dan pasti. Mengamati proses tumbuh kembang si kecil sangatlah menyenangkan kan, Moms? 

Tahapan tumbuh kembang tiap bayi akan berbeda-beda sesuai usianya. Dan Moms perlu memantau tumbuh kembang. untuk memudahkan Moms mengetahui pencapaian tumbuh kembang anak yang memasuki usia 2 tahun, berikut ini panduan tumbuh kembangnya! 
 

Ketika memasuki usia 2 tahun, otak bayi telah membentuk koneksi-koneksi saraf-saraf baru yang tidak terhitung jumlahnya. Hal ini membantunya untuk dapat memahami berbagai hal baru. Nah, kira-kira apa saja sih yang harus Moms perhatikan saat bayi memasuki umur 2 tahun? Dan apa saja sih stimulus yang harus diberikan oleh Moms kepada bayi umur 2 tahun?

baca juga

Perkembangan Sensorik dan Kognitif

Perkembangan ini mencakup kemampuannya untuk dapat berbicara dengan menggabungkan 2-3 kata, dan kosa kata yang diketahuinya meningkat menjadi sekitar 50-300 kata, walaupun jumlah tersebut bisa bervariasi. Dengan kosa kata yang makin banyak, bayi menjadi bisa berkomunikasi tentang kebutuhanannya. Hal-hal seperti ingin ke toilet, sedang haus atau sedang lapar, kini bisa disampaikannya lebih jelas. Selain itu, bayi mulai bisa memakai dan melepas baju sendiri. Bayi bisa menunjukkan objek yang Moms sebutkan dan mulai mengetahui nama-nama anggota keluarga atau orang yang dekat dengannya, serta mengetahui bagian-bagian tubuhnya.

Adapun stimulasi yang dapat Moms berikan antara lain membacakan buku cerita anak, mengajak anak untuk menceritakan kembali apa yang dilihatnya saat bersama membaca buku atau saat sedang berjalan-jalan. 

Pertumbuhan Fisik

Hal ini mencakup tumbuhnya 16 gigi pertama, namun jumlah sebenarnya bisa sangat bervariasi. Secara umum, tubuhnya menjadi makin kuat dan terlihat lebih tinggi dan lebih ramping.

Untuk hal ini Moms dapat memberikan stimulus dengan mendorong si kecil agar mau memanjat,  berlari, melompat, melatih keseimbangan badan dan bermain bola.

baca juga

Perkembangan Keterampilan Motorik

Perkembangan motoriknya mencakup kemampuan untuk bisa berlari dengan koordinasi yang lebih baik. Selain itu, keseimbangan bayi juga telah menjadi lebih baik. Bayi bisa berdiri sambil mengambil sebuah objek, melempar bola,  dan bisa menendang bola tanpa kehilangan keseimbangannya. Bayi juga mulai terampil di lingkungannya, bisa memutar gagang pintu, bisa memperhatikan buku dan membalik halamannya, bisa menumpuk 7 balok mainan, dan siap untuk menjalani toilet training. Bayi juga bisa berjalan menaiki atau menuruni tangga sendirian sambil berpegangan.

Stimulus yang bisa Moms berikan untuk mengasah keterampilan motoriknya adalah dengan mengajak bayi untuk mau bermain puzzle, balok-balok, memasukkan benda yang satu  ke dalam benda lainnya, dan menggambar.

Perkembangan emosi dan sosial

Saat memasuki usia dua tahun, bayi umumnya mengalami masalah kebiasaan, seperti menghisap jempol, temper tantrum, dan mengalami mimpi buruk.

Temper tantrum adalah kondisi ketika emosi si kecil menjadi meledak-ledak, bahkan hingga menggigit, menendang, atau menjerit-jerit. Hal ini merupakan fase normal karena bayi mulai belajar berbahasa, tapi belum bisa mengungkapkan yang dirasakannya atau berusaha ingin menyampaikan hingga membuatnya frustrasi. Umumnya bayi akan memperlihatkan perilaku temper tantrum ketika sedang merasa tidak nyaman, lelah, lapar, atau tidak mendapatkan yang mereka inginkan. Namun, bukan berarti tantrum boleh dibiarkan begitu saja. Orang tua harus belajar teknik menenangkan anak ketika mereka sedang tantrum agar tidak menjadi sebuah kebiasaan.

Dan untuk menstimulus pekembangan emosi dan sosial anak, Moms dapat membujuk dan menenangkan ketika si kecil kecewa dengan cara memeluknya dan berbicara dengannya. Moms juga perlu untuk mengajaknya untuk pergi keluar mengunjungi tempat bermain, toko, kebun binatang, dan lain-lain. Dan satu lagi, Moms juga perlu untuk mengajak bayi membersihkan tubuhnya ketika kotor kemudian mengelapnya dengan bantuan sesedikit mungkin.