Seorang mom yang sedang bersekolah di rantau dan punya bayi yang masih ASI bersiap-siap membawa serta si bayi ikut serta saat bepergian.  Setidaknya hal itu saya alami selama kuliah di Bandung, bolak balik ke Makassar dalam keadaan hamil hingga membawa bayi.  Ada kekhawatiran pasti yang dirasakan tetapi mendengar penjelasan dokter tentang hal penting yang harus dipersiapkan dan dilakukan bila membawa bayi naik pesawat, perasaan jadi tenang.

Pengalaman membawa Fatih naik pesawat saat dia berusia dua pekan. Dibutuhkan surat keterangan sehat dan aman dari dokter spesialis anak. Berbekal surat tersebut, bayi diizinkan ikut serta naik pesawat.  Dua hal penting yang harus diperhatikan selama dalam perjalanan yaitu bayi harus dalam keadaan menyusu saat pesawat akan terbang (take off) dan mendarat (landing).  Hal tersebut untuk menyeimbangkan tekanan udara dari perubahan mendadak.  Hal optional yang dilakukan adalah bayi menggunakan penutup telinga (ear plug).  Pengalaman saya waktu itu selain menyusui juga mendekap bayi dan menutup telinganya dengan telapak tangan.

Sedapat mungkin membuat bayi nyaman selama perjalanan dan tetap hangat karena udara di dalam kabin dingin.  Bayi yang sudah mengerti mainan sebaiknya membawa mainan kesukaannya agar tidak rewel.  Tapi untuk yang bayi banget seperti Fatih, selama kenyang dan popoknya tidak basah maka selama itu pula dia tenang dan anteng.

Tunda dulu bepergian membawa bayi bila dalam keadaan sakit karena akan membuat sakitnya bertambah parah.



Jadiii....jangan ragu bepergian membawa bayi naik pesawat terlebih bila masih dalam masa menyusu asalkan ikuti aturan mainnya.