Sectio Caesarea atau biasa disingkat SC adalah proses melahirkan dengan mengeluarkan bayi melalui tindakan pembedahan dinding perut dan dinding uterus (rahim).  SC adalah pilihan melahirkan selain secara alami dengan berbagai pertimbangan baik itu pribadi maupun medis.



***

Sejak masa kehamilan, saya mempersiapkan diri baik fisik maupun non fisik untuk melahirkan normal.  Upaya yang saya lakukan adalah dengan mencari informasi sebanyak mungkin tentang tips dan triknya, juga memberi sugesti positif ke diri tentang melahirkan normal.  Tidak hanya itu, meminta restu dan doa suami serta orang tua agar dimudahkan proses melahirkan saya kelak.

Di akhir masa kehamilan, persiapan fisik intens saya lakukan dengan berjalan kaki sesuai anjuran dokter.  Tidak hanya itu, dikarenakan berat badan bayi yang diprediksi akan menyulitkan kelahiran normal, dokter meminta saya diet. 

Tiba masa menjelang kelahiran, saat tanda akan melahirkan sudah muncul (bercak darah) ditemani suami saya memeriksakan ke puskesmas terdekat.  Perubahan administrasi masa itu membuat saya dirujuk ke RS lain dan harus ditangani dokter yang lain pula. Dengan pertimbangan; kehamilan dengan proses inseminasi, usia, dan pengapuran pada plasenta janin mengharuskan saya menjalani SC.

Berbagai argumen pun saya dan suami sampaikan agar kiranya diizinkan untuk melahirkan normal tidak membuahkan hasil. Ditambah lagi wejangan mama melalui telepon yang waktu itu di Makassar mengingatkan tentang perjuangan saya bisa hamil.  Saran beliau agar kiranya ikhlas menerima keputusan dokter demi keselamatan bayi dan saya.  Akhirnya saya luluh dan suami pun bersedia mengizinkan.

***
Menjalani proses kelahiran SC yang tidak ada persiapan fisik dan ilmu tentang itu menjadi tantangan bagi saya.  Terlebih saat mengingat rencana kami dulu sebelum menikah untuk memiliki anak tujuh.  



Menerima dan menjalani.....setidaknya saya sudah melewati perjalanan panjang menantikan kehadiran buah hati.  Dan Alhamdulillah lahir selamat, sehat, dan sempurna.