1. Hepatitis B

Imunisasi hepatitis B wajib diberikan kepada bayi sedini mungkin yaitu di usia kurang dari 12 jam setelah lahir. Imunisasi ini sangat penting untuk mencegah anak terinfeksi virus hepatitis B yang berbahaya.  Biasanya penyakit ini menjadi sangat kronik apabila seseorang terinfeksi sejak bayi. Apabila ternyata anak belum mendapatkan imunisasi ini semasa bayi, maka sebaiknya segera berikan saat anak berkunjung ke dokter anak ataupun rumah sakit. 
 

source: http://www.momjunction.com


 

baca juga

2. BCG

Memasuki usia 1 bulan, bayi wajib mendapatkan imunisasi BCG. Imunisasi ini efektif untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). Mengingat tingginya penularan penyakit di Indonesia, jadi sebaiknya jangan melewatkan imunisasi ini pada bayi kesayanganmu ya, Moms. TBC pada bayi bisa sangat berbahaya apabila tidak tertangani dengan baik. Selain itu, membuat bayi sulit mengalami kenaikan berat badan dan mengganggu performanya sehari-hari. 
 

source: https://www.babycenter.com


 

3. DPT

DPT adalah singkatan dari difteri, pertusis, dan tetanus. Ketiga penyakit ini sangat rentan dialami oleh bayi dan balita. Oleh karena itu, imunisasi diberikan sebanyak 3 kali untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya. DPT diberikan saat bayi berusia 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan. Imunisasi ini bermanfaat untuk mencegah penyakit difteri dan pertusis atau batuk 100 hari, juga tetanus. 
 

source: https://www.babycenter.com


 

baca juga

4. Polio

Ada 2 jenis imunisasi polio yang diberikan kepada bayi yaitu polio oral atau OPV yang diberikan lewat mulut dan polio suntik atau IPV. Imunisasi OPV ini diberikan kepada bayi saat berusia 2, 3 dan 4 bulan. Sementara IPV diberikan saat bayi berusia 2, 4, 6 dan 18 bulan. Apabila imunisai polio terlambat diberikan, maka jangan ulangi dari awal, melainkan lanjutkan sesuai usia bayi ya, Moms.
Imunisasi polio ini sangat penting karena mencegah anak mengalami penyakit poliomyelitis yang menyerang saraf. 
 

source: http://blogs.plos.org