1. Hepatitis B

Vaksin pertama yang diterima anak beberapa saat setelah lahir adalah Hepatitis B. Biasanya vaksin ini diberikan saat usia anak di bawah 24 jam atau belum berusia sehari. Kenapa vaksin ini penting diberikan di awal? Alasannya adalah untuk melindungi bayi dari virus Hepatitis B yang dapat merusak fungsi hati.
 

source: https://www.parenthub.com.au


 

baca juga

2. Bacillus Calmette-Guérin (BCG) + OPV Tipe I

Di urutan kedua ada vaksin BCG. Vaksin ini diberikan saat bayi berusia sekitar 1 bulan. Imunisasi ini sangat penting untuk mencegah bayi terkena penyakit tuberkulosis (TBC). Selain itu, bayi juga diberikan vaksin polio oral (Oral Polio Vaccine (OPV)) tipe 1 untuk melindungi tubuh dari virus polio yang berisiko menyebabkan kelumpuhan.
Biasanya setelah menerima vaksin BCG, bayi mungkin akan merasakan efek samping seperti terdapat bekas seperti lebam pada suntikan. Tak perlu khawatir, Moms karena ini efek yang termasuk normal pasca imunisasi. 
 

source: http://www.newkidscenter.com


 

3. Pentavalen dan OP tipe 2

Saat bayi menginjak usia 2 bulan, maka ia perlu mendapatkan imunisasi lagi. Bayi wajib menerima  vaksin pentavalen (DPT-HepB-Hib1) dan OP tipe 2. Vaksin pentavalen adalah vaksin dasar yang mampu mencegah 5 penyakit, seperti difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, serta Hib (Haemophylus Influenza Type B).

Lalu di usia 3 bulan bayi wajib diberikan DPT-HepB-Hib2 dan OPV tipe 3. Selanjurnya di usia 4 bulan, bayi menerima imunisasi  DPT-HepB-Hib3, OPV oral tipe 4 dan Inactived Poliomielitis Vaccine atau vaksin polio yang diberikan dengan suntikan. 
 

source: http://healthlevelup.com


 

baca juga

4. Vaksin Campak Rubella (MR)

Pemerintah punya program baru, yaitu pemberian imunisasi Measles Rubella (MR) untuk mencegah penyakit campak dan rubella dialami oleh bayi. Imunisasi ini wajib diberikan kepada bayi saat berusia 9 bulan. Pemberian vaksin ini baru dicanangkan pada Agustus 2017. Jadi dalam satu vaksin, terdapat pertahanan pada 2 penyakit sekaligus. 
 

source: https://scitechdaily.com


 

5. Imunisasi lanjutan

Nah, pada saat bayi mencapai usia 18 bulan, ia wajib mendapatkan imunisasi lanjutan berupa berupa vaksin DPT-HB-Hib4 dan Campak 2.  Vaksin lanjutan DPT-HB-Hib4 ini akan membuat anak makin kebal pada 5 penyakit yakni difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, serta Hib (Haemophylus Influenza Type B).
 

source: https://medicalxpress.com


 

6. Imunisasi Anak Sekolah Dasar

Saat memasuki SD, anak diwajibkan mengikuti program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Ada beberapa vaksin yang diterima anak dalam program ini, yaitu: 

1 SD: Vaksin Difteri Tetanus (DT) untuk memberikan proteksi pada penyakit difteri dan tetanus, dan campak.

2 SD: Vaksin Tetanus difteri (Td).

3 SD: Vaksin Td.

5&6SD: Vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks terutama pada anak perempuan. 
 

source: https://www.youtube.com/watch?v=qoI0Byc0yIg