Keahlian untuk Menyusu

Bayi kamu memang terlahir untuk mengisap. Mengisap adalah gerakan refleks bayi sebagai salah satu cara mereka makan. Jadi, moms tidak perlu khawatir jika si kecil menghisap jempol, karena ini adalah keahlian bayi secara alami untuk menyusu.

source: https://sg.theasianparent.com/

Menenangkan Bayi

Bahkan ketika moms baru saja selesai memberi makan si kecil, dia mungkin masih ingin tindakan menghisap lebih banyak. Itu tidak berarti dia siap untuk menurunkannya lagi. Selain menyusu untuk mengisi perut mereka, bayi perlu mengisap "non-nutritif", cara menenangkan diri. Inilah alasan mengapa para moms memiliki dot pada awalnya karena mengisap membantu bayi tenang. Bayi kamu memiliki cara untuk menenangkan diri setiap saat dia merasa rewel, tanpa bantuan moms.

source: http://newparent.com
baca juga

Jempol Selalu di Tangan

Beberapa episode pertama mungkin si kecil hanya tes rasa tanpa disengaja. Tapi saat bayi kamu tahu betapa menghibur ibu jarinya itu, dia segera tahu bagaimana memasukkan ibu jarinya yang mungil ke dalam mulutnya dengan sengaja. Nah, kamu bisa memberinya dot, jika mengisap ibu jari sudah benar-benar mengganggu moms. Dan ini juga akan memudahkan moms menghilangkan kebiasaan bayi hisap jempol saat tumbuh besar.

source: https://hellosehat.com/

Alasan Berhenti Mengisap Jempol

Banyak bayi, bahkan di rahim ibu mereka, dan memasuki tahun balita mereka, mengisap jempol mereka. Biasanya, mengisap jempol berhenti antara dua dan empat tahun. Ini adalah refleks alami, tapi bisa menjadi masalah, jika bertahan melewati periode ini. Jika anak kamu masih melakukan kebiasan menghisap ibu jarinya saat kesal atau marah danmelewati usia empat tahun, sekarang saatnya untuk membantu menghentikan kebiasaan tersebut, karena hal itu dapat menyebabkan masalah gigi yang serius.

Inilah beberapa konsekuensi dari mengisap jempol yang berkepanjangan:

- Dapat mendorong gigi tetap keluar dari posisi alami mereka, menghasilkan "buckteeth", yang menyebabkan koreksi ortodontik yang mahal. 
- Perpindahan gigi depan bisa menyebabkan masalah bicara dan berubah menjadi cadel. 
- Mengisap jempol dan jari bisa mengganggu pertumbuhan langit-langit mulut, menyebabkan masalah saat mengunyah dan menelan.

Berikut adalah beberapa tips untuk membantu anak kamu berhenti mengisap jempolnya, sebelum konsekuensi buruk terjadi:

- Moms dapat memberikan pengingat visual yang lembut dan memperkuat saat-saat ketika dia tidak mengisap jempol. 
- Terkadang, anak-anak mengisap jempol mereka tanpa sadar. Kamu bisa membantu dengan memutuskan isyarat dengan anak kamu, untuk mengingatkannya padanya, jangan sampai menghisap jempolnya. Misalnya, bawalah jempol kamu sendiri di depan mulutnya. 
- Juga penting untuk mengamati apa yang memicu perilaku, karena ini adalah mekanisme menenangkan kegelisahan dan ketidakamanan. Cobalah untuk menemukan penyebab dari perasaan tersebut, dan berikan sarana penghiburan lainnya, seperti barang binatang. 
- Memperkuat kemajuan dengan pujian dan penghargaan, membuat anak sadar menjadi orang yang membuat keputusan yang baik untuk menghentikan mengisap jempol.

Mengisap jempol adalah alami dan menenangkan bayi, namun seiring bertambahnya usia, hal itu dapat menyebabkan masalah bicara dan gigi yang serius. Ini hanya bisa dikoreksi dengan kawat gigi, operasi dan terapi ucapan yang mahal, sehingga masuk akal untuk bekerja dengan anak Anda dalam mengurangi ketergantungan mereka pada mengisap jempol, sebelum menjadi masalah.

source: http://seputarduniaanak.blogspot.co.id/