Pada trimester pertama kehamilan, tidak semua wanita mengalami mual dan muntah. Banyak juga para ibu yang mengalami awal kehamilan dengan kondisi badan yang sehat dan fit. Akan tetapi, kondisi ini sering dianggap remeh oleh mereka. Misalnya dengan tetap bekerja lembur, banyak berjalan, atau bahkan melakukan banyak aktivitas berat. Padahal, semua hal itu mengancam munculnya bahaya yang mungkin terjadi pada kehamilan usia muda. Berikut ini adalah beberapa bahaya yang perlu kamu waspadai di trimester pertama kehamilan.
 

source: https://keluarga.com/


 

 

Mual Muntah Berlebihan

Memang tidak semua wanita mengalami mual dan muntah di awal kehamilannya. Namun, bagi kamu yang mengalaminya, waspadai morning sickness yang terjadi, khususnya jika sudah berlebihan. Mual dan muntah biasanya terjadi pada pagi atau malam hari dan hanya berselang di 10 minggu pertama kehamilan. Setelah itu, gejala mual dan muntah sewajarnya sudah hilang dan mereda.

 

source: https://frenchnotes.ie/


 

baca juga

 

Pendarahan

Flek darah pada awal kehamilan memang lumrah terjadi akibat adanya proses perubahan struktur rahim. Namun, apabila flek tersebut terjadi dalam volume yang banyak dan intensitas yang sering, dikhawatirkan adanya gangguan pada kehamilanmu. Jadi, segeralah konsultasikan kondisimu ke dokter kandungan untuk diperiksa dan ditangani lebih lanjut.

 

source: http://www.solusisehatku.com


 

 

Bengkak Pada Kaki, Wajah atau Tangan

Bengkak yang terjadi pada ibu hamil muda biasanya belum signifikan seperti yang dialami oleh wanita yang tengah hamil tua. Biasanya bengkak yang terjadi pada awal kehamilan hanya pada area kaki. Namun, apabila pembengkakan juga terjadi pada area wajah dan tangan, segera konsultasikan kondisimu ke dokter. Apalagi jika disertai dengan sakit kepala, kejang-kejang, dan tekanan darah tinggi.

 

source: http://magazine.orami.co.id/


 

baca juga


Demam atau Panas Tinggi

Saat proses pembuahan terjadi, suhu tubuh akan meningkat dengan perubahan yang tidak signifikan dan dalam waktu yang singkat. Akan tetapi, jika panas dan demam yang kamu alami semakin tinggi, segera kunjungi dokter atau bidan untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Gejala panas ini dapat timbul akibat infeksi virus atau bakteri pada tubuh yang dapat mengancam kesehatan janin.

 

source: http://www.health.com/