Varises setelah melahirkan
Varises adalah kondisi ketika pembuluh darah vena membengkak. Pembuluh darah vena yang membengkak ini menyebabkan munculnya urat-urat berwana kebiruan atau keunguan yang menonjol di permukaan kulit. Kondisi ini disebabkan oleh darah yang seharusnya dialirkan ke jantung, malah kembali ke kaki. 

Hal ini terjadi karena katup vena yang berperan mengangkut darah ke jantung tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, aliran balik ke jantung terganggu dan darah mengumpul di vena. Ini mengakibatkan peningkatan tekanan pembuluh darah vena.

Dan selama proses kehamilan membuat volume darah meningkat, sementara laju aliran darah dari kaki ke panggul berkurang. Kondisi ini pun memberi tekanan pada vena, yang kemudian dapat menyebabkan varises.

source: https://www.google.co.id/amp/manado.tribunnews.com/amp/2018/06/06/ini-6-fakta-tentang-varises-penyakit-yang-kerap-hantui-wanita

Sayangnya, walaupun nantinya varises tampak hilang, kerusakan pada pembuluh vena takkan bisa diperbaiki lagi. Sebagai akibatnya, sensasi gatal atau sakit di bagian yang terkena varises mungkin tetap dirasakan setelah melahirkan.

Sebenarnya, kehamilan itu sendiri merupakan penyebab utama munculnya varises. Hal ini terjadi ketika besarnya ukuran rahim menekan pembuluh darah yang menjadi 'jalan' aliran balik darah dari kaki ke jantung.

Ketika bendungan terjadi, maka tekanan pada pembuluh darah vena di kaki jadi meningkat sehingga lama kelamaan dinding pembuluh darah yang bersangkutan menjadi longgar dan melebar. Ditambah lagi, ketika persalinan tekanan menjadi semakin hebat sehingga meningkatkan resiko terjadinya varises.

Lantas, kenapa tidak semua ibu hamil mengalaminya? Ternyata, ada beberapa faktor resiko yang membuat Moms lebih rentan mengalami varises setelah melahirkan.

Penyebab varises setelah melahirkan

Berdiri terlalu lama
Bila aktivitas sering mengharuskan Moms berdiri terlalu lama, maka posisi ini juga bisa menyebabkan atau memperparah varises yang sudah ada. Maka untuk mencegahnya, lakukanlah aktivitas sambil duduk atau jika mengharuskan untuk berdiri Moms bisa melakukan duduk istirahat disela-sela aktivitas selama 5 - 10 menit.

source: https://www.alodokter.com/tips-menghindari-bahaya-terlalu-lama-berdiri-saat-hamil

Kelebihan berat badan
Berat badan yang berlebih juga bisa memperberat kinerja kaki. Kaki jadi menahan tekanan beban yang lebih berat sehingga otomatis pembuluh vena semakin susah untuk menyusut kembali ke ukuran semula. 

baca juga

Faktor genetik
Jika ibu atau nenek juga mengalami varises setelah melahirkan, maka besar kemungkinan Moms juga akan mengalaminya. Namun Moms bisa mencegah agar varises tidak terlalu parah dengan tidak berdiri terlalu lama ataupun menjaga asupan makanan selama hamil agar tidak terjadi kelebihan berat badan.

source: https://www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/3921449/waspada-penyakit-varises-penyakit-yang-ternyata-bisa-memicu-serangan-jantung

Hormon selama kehamilan
Peningkatan kadar hormon selama kehamilan juga menyebabkan dinding otot pembuluh darah menjadi rileks, yang juga turut meningkatkan risiko varises. Varises juga dapat berkembang saat rahim mulai bertumbuh. Saat rahim mengembang, ada tekanan ekstra pada pembuluh darah di daerah panggul Moms, yang kadang-kadang bisa menyebabkan varises.

Nah, berikut tadi faktor penyebab varises yang bisa terjadi pasca melahirkan. Hindari juga untuk menggunakan sepatu hak tinggi. Lebih baik gunakan sepatu hak rendah atau flat shoes untuk menunjang sirkulasi darah yang lebih lancar.

Jangan lupa untuk cukup minum air putih dan konsumsi serat untuk melancarkan aliran darah serta mencegah sembelit. Apabila varises yang terjadi cukup parah dan mengganggu, segera konsultasikan ke dokter ya, Moms.