Kue lebaran khas Kalimantan Barat
Idul fitri di Kalimantan Barat dirayakan sangat meriah. Berbagai kue ataupun kudapan khas Kalimantan Barat disajikan untuk makanan pembuka. Biasanya semua berkumpul di kediaman orang yang dituakan untuk bersilaturahmi. Disaat inilah, hidangan khas Lebaran selalu dinantikan. Lalu apa sajakah kue atau kudapan khas Kalimantan Barat saat idul fitri tiba?

Tapai Benaon

source: http://masfikr.com/cara-membuat-tape-ketan-manis-dan-enak/

Tapai benaon adalah sajian khas masyarakat melayu Kota Pontianak. Terbuat dari ketan putih atau hitam. Jika menggunakan ketan putih, lazimnya masyarakat menambahkan pewarna makanan berwarna hijau agar menarik.

Pembuatan tapai benaon sama dengan membuat tapai ketan biasa. Untuk menghindari efek fermentasi yang kuat, biasanya dibuat sehari menjelang lebaran. Rasanya segar, terlebih bila disajikan dingin. Pas untuk hidangan penutup mulut, usai menyantap hidangan utama. Walau sudah tergerus dengan penganan dari luar, tapai benaon merupakan sajian khas melayu yang masih banyak peminatnya.

Kue Lapis Sambas
Kue lapis sambas ini merupakan kudapan utama bagi masyarakat kabupaten Sambas saat idul fitri tiba. Mereka akan menyajikan tak hanya satu jenis kue lapis. Paling tidak, lima jenis yang disuguhkan untuk tamu. Kota Singkawang, yang merupakan pemekaran dari kabupaten Sambas juga mempunyai karakteristik makanan yang sama.

source: https://www.google.co.id/amp/pontianak.tribunnews.com/amp/2016/07/09/kue-lapis-kudapan-khas-lebaran

Biasanya, berbagai macam lapis sudah tersedia di meja hidangan. Terbuat dari tepung, telur, mentega dan gula, membuat lapis ini sangat manis dan berlemak. Tak heran jika dihidangkan dalam potongan-potongan kecil. Di kabupaten Sambas, Kue lapis mempunyai banyak variasi. Ada yang namanya, Kue Lapis Sepiti, Kue Lapis agar - agar, Kue Lapis Nanas, Kue Lapis Kacang, dan Lapis Sabun.

baca juga

Bontong buloh
Warga kabupaten Mempawah mempunyai penganan khas idul fitri yang unik. Bontong Buloh, merupakan sajian khas masyarakat di sana, disajikan dengan cocolan sambal kepah. 

Tampilan Bontong Buloh mirip Buras yang biasa disajikan dengan Cotto Makassar. Terbuat dari beras yang direbus terlebih dahulu selama lima jam. Beras dimasukkan ke dalam daun pisang, dan diikat dengan tali. Setelah itu dimasukkan ke dalam batang bambu, baru kemudian direbus. Namun saat ini banyak yang sudah tidak menggunakan bambu. Untuk praktis digantikan dengan paralon.

Cocolan sambal kepah adalah menu khas lainnya. Kepah adalah sejenis kerang yang hidup di habitat hutan Mangrove. Hutan Mangrove banyak terdapat di daerah Mempawah. Cara membuatnya sama dengan membuat sambal balado. Namun sambal kepah dibuat agak manis. Sekilas, hampir sama dengan sambal ale-ale dari Kabupaten Ketapang.

Ketupat Colet
Jika Moms akan berlebaran di kabupaten Ketapang akan disuguhkan dengan hidangan utamanya yaitu ketupat colet. Ketupat ketan yang direbus dengan santan dan bumbu, dimakan dengan menggunakan cocolan rendang daging. Daging dipotong kecil-kecil sehingga mudah dijumput dengan tangan.

Menikmati ketupat colet memang dengan tangan. Masing-masing tamu akan disuguhkan piring kecil berisi rendang daging yang kuahnya dibuat kental dan sedikit manis. Rasanya lebih mirip kalio daging namun dengan sedikit kuah. Sebuah nampan berisi ketupat ketan dan pisau terhitung di tengah meja.

source: https://mentari.news/2019/02/nikmatnya-ketupat-colet-kuliner-eksklusif-tradisi-melayu/

Rasa ketupat ketan yang gurih dan asin, bercampur rendang daging yang sedikit pedas menjadi hidangan yang paling dinantikan ketika berlebaran di Kampung Arab, kabupaten Ketapang.

Selain dengan rendang, beberapa warga juga menikmati ketupat colet dengan serundeng ale-ale. Ale-ale adalah sejenis kerang. Penyajian ketupat colet ale-ale kurang lebih sama dengan ketupat colet rendang.

baca juga

Nasi Sungkui
Bagi warga Sanggau, nasi sungkui merupakan makanan khusus disajikan pada jamuan hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha maupun pesta. Namun sayangnya, nasi Sungkui ini sudah sangat jarang dijumpai. Salah satu alasannya adalah daun Sungkui yang sulit dijumpai. Daun Sungkui berasal dari tanaman keririt, yakni tanaman yang tumbuh di tepian hutan.

Nasi Sungkui dihidangkan dengan sambal nanas, serundeng, rendang daging atau ayam, bisa juga dengan opor. Bahan dasar nasi sungkui adalah beras. Namun, beberapa orangtua dulu mencampur beras dengan jagung dan yoli. Yoli adalah sejenis padi-padian yang tumbuh di daerah Sanggau.

source: https://m.detik.com/travel/domestic-destination/d-3585428/malam-malam-wisata-kuliner-khas-sanggau-di-kafe-terapung

Nasi Sungkui sendiri sebenarnya berupa lontong. Bentuknya kurang lebih seperti Buras, pada cotto Makassar, pipih, panjang dan beraroma khas. Cara membuatnya seperti membuat lontong daun. Beras yang sudah dicuci dibungkus dengan daun Sungkui dan dililit dengan tali. Kemudian direbus selama empat hingga lima jam, sambil dibolak-balik agar matang merata.

Nah Moms jika ingin berlebaran di Kalimantan Barat, jangan lupa icipi kue khas di sana ya!