Penyebab Turun Berok pada Bayi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa turun berok pada bayi terjadi akibat faktor turunan atau proses lahirnya pada bayi. Selain faktor tersebut, terjadinya turun berok juga bisa dimulai saat proses kehamilan. Saat seorang ibu hamil anak laki-laki, testis akan turun dari dalam perut melewati saluran di sekitar selangkangan yang disebut kanalis inguinalis ke kantung skrotum.

Hal serupa juga terjadi saat seorang ibu hamil anak perempuan. Ovarium turun melewati saluran tersebut ke pelvis. Pada 5% bayi (terutama laki-laki), kanalis inguinalis tersebut tetap terbuka sehingga usus dapat masuk ke lubang tersebut dan menyebabkan turun berok.

Gejala Turun Berok pada Bayi

Cara yang paling mudah untuk memperhatikan gejala turun berok pada bayi, yaitu adanya benjolan. Benjolan tersebut berada di daerah pusar, selangkangan, skrotum (pada anak laki-laki), dan labia mayora (pada anak perempuan). Benjolan tersebut bisa berubah-ubah dan berpindah-pindah Moms. biasanya, benjolan akan terlihat saat bayi menangis, batuk, atau mengedan. Nah, jika bayi Moms mengalami hal ini, jangan tinggal diam ya!

baca juga

Cara Mengobati Turun Berok pada Bayi

Hal pertama yang harus Moms lakukan adalah cepat mengetahui gejala dan tanda-tanda terjadi turun berok pada bayi. Setelah itu, segeralah bawa bayi Moms ke dokter spesalis bedah anak. Hal ini guna mengetahui apakah si Kecil positif terkena turun berok atau penyakit lainnya. Jika anak postif terkena turun berok, maka dia akan melakukan tahap operasi guna menghilangkan turun beroknya.

Jika Moms cepat tanggap dalam mengetahui gejala turun berok tersebut, maka Moms berhasil mengurangi sakit berlebih pada bayi yang mengakibatkan muntah dan menangis berkepanjangan. Menuru Mommyasia.id, menjadi ibu yang cekatan adalah poin utama menghadirkan anak-anak yang sehat dan cerdas. Semoga, anak Moms selalu terhindar dari penyakit yang membahayakan ya!