Kutil kelamin dalam istilah medis dikenal sebagai Kondolima Akuminata, penyakit ini muncul sebagai gejala akibat adanya infeksi menular seksual. Kutil kelamin berbentuk benjolan daging kecil berwarna merah, berdiri sendiri atau bergerombol mirip kembang kol yang tumbuh di sekitar alat kelamin.

Di awal kemunculannya, penyakit ini pada umumnya tidak terlihat secara kasat mata, namun lama kelamaan akan semakin timbul dan bisa terdeteksi dengan sentuhan. Kutil kelamin menimbulkan rasa sakit, perih, gatal di area sekitar benjolan, sensasi seperti terbakar bahkan pendarahan saat berhubungan seksual. 

Penyebab Kutil Kelamin

Kutil kelamin berkembang dari Virus Human Papiloma (HPV). Terdapat lebih dari 100 macam HPV, namun menurut CDC Amerika Serikat, lebih dari 90% kutil kelamin disebabkan oleh HPV 6 atau 11. Individu dengan usia 17-31 tahun dengan status seksual aktif, terutama tanpa pengaman adalah yang paling berisiko menderita penyakit ini. Kutil kelamin menyebar melalui kontak fisik pada hubungan seksual, baik melalui vagina, oral, maupun anal.

Selain itu, penyakit ini juga dapat ditularkan ketika penderita kutil kelamin menyentuh kelaminnya lalu menyentuh kelamin pasangannya. Kutil kelamin juga dapat menular lewat berbagai kasus penggunaan alat bantu seks. Dan dalam beberapa kasus, kutil kelamin juga dapat menular ke bayi dari ibu yang terinveksi virus. Meskipun bisa menular lewat kontak fisik, namun penyakit ini tidak menular melalui ciuman, atau media seperti alat makan, handuk, dan toilet duduk.  

baca juga

Gejala Kutil Kelamin

Selain ditemukan adanya benjolan kulit dengan permukaan kasar, kutil kelamin yang muncul umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun pada beberapa kasus benjolan yang muncul dapat juga disertai dengan rasa gatal, nyeri, dan sensasi terbakar. Jika kutil kelamin dialami oleh wanita dan tumbuh dalam liang vagina, penyakit ini bisa menyebabkan pendarahan dan keputihan.

Pengobatan Kutil Kelamin

Jika kutil kelamin yang muncul baru sedikit dan dirasa belum memerlukan pengobatan medis, maka beberapa upaya yang bisa dilakukan agar sakit tidak semakin parah yaitu dengan berendam air hangat dalam keadaan duduk selama 10-15 menit, atau menggunakan lampu panas maupun hair dryer untuk mengeringkan area genital. Saat kutil kelamin sudah parah, maka beberapa pilihan pengobatan medis yaitu menggunakan obat oles, penggunaan obat oles ini ada yang bisa dilakukan sendiri maupun harus dilakukan oleh tenaga medis. Atau dengan tindakan operasi menggunakan prosedur cryotherapy, elektrokauter, eksisi bedah, atau laser.

baca juga

Pencegahan Kutil Kelamin

Untuk mencegah kutil kelamin, bisa dilakukan dengan menghindari berhubungan seks dengan individu yang memiliki kutil kelamin, memakai pengaman seperti kondom untuk meminimalisir risiko penularan, tidak menggunakan alat bantu seks secara bergantian, dan mendapatkan imunisasi HPV. Oleh karena virus penyebab HPV juga dapat menyerang mukosa mulut, maka sebaiknya hindari aktivitas seks oral dengan penderita kutil kelamin.