Alat kontrasepsi adalah alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Selama ini alat kontrasepsi lebih umum digunakan oleh wanita, tapi ternyata pria juga bisa berperan untuk mencegah kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi loh moms. Tak hanya satu, bahkan tersedia empat alat kontrasepsi yang bisa menjadi pilihan bagi pria yang ingin menunda kehamilan.

Kondom

Kondom merupakan alat kontrasepsi pria yang paling umum digunakan. Selain praktis dan mudah digunakan, kondom juga mudah didapat, berharga terjangkau, dan kini telah tersedia dalam berbagai rasa dan varian. Meski telah tersedia dalam berbagai pilihan, beberapa pasangan masih merasa kurang nyaman jika berhubungan menggunakan kondom.

Selain karena ukuran yang tak sesuai, beberapa di antaranya juga mendapat efek negatif seperti gatal setelah pemakaian. Kondom memang tidak bisa menjamin efektifitas 100 persen dalam mencegah kehamilan karena memiliki risiko kebocoran, tapi penggunaan kondom bisa memperkecil kemungkinan hamil dan mencegah terjadinya penularan penyakit seksual.

baca juga

Suntik Hormon

Hormon yang umum digunakan dalam metode kontrasepsi ini adalah testoteron. Injeksi ini disuntikkan pada bokong dan akan meminimalisir hingga menghilangkan jumlah sperma. Hasil penelitian di Tiongkok menyebutkan bahwa sejumlah pria yang berpartisipasi dalam metode kontrasepsi ini menjadi memiliki kadar sperma yang sedikit dan tidak terjadi kehamilan. Suntik ini juga memiliki efek samping yaitu munculnya jerawat dan perubahan dorongan seksual. 

Ejakulasi di Luar

Disebut juga sebagai pull out atau senggama terputus, metode ini memerlukan kontrol tinggi dari pihak pria. Pull out dilakukan dengan cara menarik keluar penis dari vagina ketika akan ejakulasi. Metode ini terbilang sangat ampuh dalam mencegah kehamilan, tetapi pull out tetap berisiko menularkan penyakit kelamin karena tetap terjadi kontak langsung antar kedua organ intim.

baca juga

Vasektomi

Sejumlah penelitian mengatakan bahwa vasektomi adalah alat kontrasepsi pria yang paling aman dan efektif. Tapi metode ini merupakan kontrasepsi permanen yang akan membuat pria tidak bisa lagi membuahi sel telur wanita seumur hidupnya. Vasektomi tidak akan berpengaruh terhadap gairah seks, kemampuan ereksi, maupun ejakulasi, jadi aktivitas seks pasangan tidak akan terganggu dengan metode kontrasepsi ini.

Vasektomi dilakukan dengan cara mengikat saluran vasdeferens pada testis sehingga air mani yang keluar saat ejakulasi tidak mengandung sperma. Meskipun merupakan metode yang paling aman, tapi moms yang ingin pasangannya melakukan kontrasepsi ini harus berfikir secara matang terlebih dahulu karena ketika sudah memutuskan untuk vasektomi, maka selamanya moms tidak akan bisa lagi mendapat keturunan dari pasangan.