Tantangan Berpuasa di Jepang

source: https://www.his-travel.co.id/

Menjadi muslim di Jepang bukanlah hal yang mudah, khususnya saat menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Ada banyak perjuangan yang harus dilalui untuk menghadapi tantangan beribadah di sana. Nah, berikut ini adalah beberapa tantangan berpuasa di Jepang yang dialami para muslim di sana:

Puasa di Musim Panas
source: https://japanesestation.com/

Ramadhan di tahun 2019 ini jatuh pada akhir musim semi hingga awal musim panas. Itulah sebabnya waktu siang hari di Jepang menjadi lebih lama dari bulan-bulan lain. Dengan kata lain, durasi berpuasa di Jepang menjadi lebih lama jika dibandingkan dengan Indonesia yang setiap tahunnya durasi berpuasa relatif sama.

baca juga

Tidur Larut untuk Tarawih

source: https://japanesestation.com/

Mengingat durasi puasa yang lama, ini tentu berdampak pada jadwal shalat yang juga semakin larut. Itulah sebabnya shalat tarawih di sana menjadi lebih malam. Tidak heran jika jadwal tidur malam muslim di Jepang menjadi semakin larut. Apalagi jika mengingat harus bangun sahur yang lebih pagi, tentu mereka membutuhkan kondisi fisik yang sehat agar tidak mudah sakit saat Ramadhan. 

Beratnya Godaan Siang Hari

source: https://www.trtworld.com/

Mengingat Jepang bukanlah negara dengan populasi muslim yang besar, suasana Ramadhan di Jepang memang tidak semeriah beberapa negara lain. Semua restoran tetap buka seperti biasa dan tidak ada perubahan jam kerja.

baca juga

Tradisi Ramadhan di Jepang

source: https://www.worldbulletin.net/

Meskipun terasa berat, para muslim di Jepang juga bersuka cita dengan melakukan beragam tradisi Ramadhan khas mereka. Bagi para imigran muslim, mereka biasanya berkumpul dengan komunitasnya di masjid-masjid. Bahkan masjid-masjid tersebut mengadakan buka puasa bersama dengan makanan khas dari berbagai negara tergantung pada komunitasnya. 

Selain itu, masyarakat muslim di Jepang juga akan berkumpul di Islamic Center Jepang. Di sana, mereka akan membentuk kepanitiaan yang bekerja selama 1 bulan untuk mengadakan acara-acara Ramadhan, seperti dialog keagamaan, membuat jadwal shalat berjamaah, serta membagikan buku-buku keagamaan bagi muslim di sana.